
Brent crude berhasil menguat sekitar 4% dan diperdagangkan mendekati $105,2 per barel setelah menghadapi dukungan di level terendah sekitar $96 pada pullback sebelumnya. Opsi pergerakan yang dijelaskan oleh Kenneth Broux dari Société Générale menunjukkan bahwa Brent telah mempertahankan rata-rata pergerakan 50 hari (50-DMA), yang menandakan adanya momentum kenaikan meskipan arah jangka pendek masih volatile.
Para analis menilai puncak sebelumnya di sekitar $115 sebagai hambatan kunci. Jika harga berhasil menembus level tersebut, terbuka ruang untuk lanjutannya ke wilayah lebih tinggi. Namun, kehilangan celah di dekat $102 bisa memicu koreksi lebih dalam bagi Brent, sehingga investor perlu memperhatikan dinamika di bawah level tersebut.
Secara teknikal, Brent membentuk celah kenaikan sekitar $102 dan kini mencoba untuk melanjutkan kenaikan. Dukungan di kisaran $96–$102 menjadi landasan penting bagi pergerakan selanjutnya, sementara reaksi harga terhadap rapat mata uang ini akan mempengaruhi arah jangka pendek. Dalam konteks geopolitik, gencatan senjata di Teluk masih relevan meski aliansi regional terus mengawasi jalur Hormuz yang ditutup.
Faktor fundamental seperti pemulihan permintaan global, dinamika pasokan, dan pergerakan dolar AS sering memicu fluktuasi harga minyak. Dalam gambaran terkini, pembacaan atas pergerakan Brent menunjukkan bagaimana level teknis seperti 50-DMA dapat bertindak sebagai pembatas momentum turun, saat para pelaku pasar memperhitungkan perkembangan di abstraksi geopolitik.
Ketegangan di Teluk Persia tetap menjadi risiko utama. Meskipun ada jeda dalam proposal Iran yang ditolak AS, blokade dan penutupan Selat Hormuz berpotensi mengganggu aliran minyak global. Pasar tetap waspada terhadap perubahan kebijakan negara produsen utama dan dinamika sanksi yang bisa memicu pergerakan harga lebih lanjut.
Hingga saat ini, nada pasar mengindikasikan adanya peluang kenaikan jika harga menembus target jangka menengah. Namun skenario itu memerlukan konfirmasi teknikal melalui penutupan di atas level kunci seperti $115, dengan dukungan berkelanjutan dari dinamika geopolitik yang kondusif bagi aliran pasokan.
Dengan harga sekitar $105,2 per barel, sentimen teknikal menunjukkan bias kenaikan asalkan Brent dapat mempertahankan level di atas 102 dan bergerak menembus level resistance di sekitar 115. Breakout di atas 115 dapat membuka peluang pergerakan lebih lanjut ke area yang lebih tinggi, yang didorong oleh momentum pembelian yang terukur.
Rekomendasi perdagangan berdasarkan analisis ini adalah posisi long dengan entri sekitar $105,2. Target keuntungan pada kisaran $115, dengan stop loss berada di sekitar $102 sebagai batas risiko awal. Rasio risiko/imbalan diproyeksikan lebih dari 1:1,5 jika skenario bullish tetap terjaga.
Penekanan manajemen risiko disampaikan untuk memantau perubahan dinamika di Teluk dan potensi perubahan kebijakan. Pemantauan berkelanjutan terhadap rilis data permintaan global, arus perdagangan, serta komentar pejabat OPEC dan lembaga terkait akan membantu memperbarui ekspektasi harga Brent secara berkala.