Brent Oil Volatilitas Tajam Dipicu Negosiasi Nuklir AS–Iran dan Mediasi Oman

trading sekarang

Brent minyak bergejolak seiring dinamika berita geopolitik di sekitar negosiasi nuklir antara AS dan Iran. Pasar menunjukkan volatilitas tinggi dengan kisaran intraday hampir 5 persen. Para analis mencatat adanya sinyal bertentangan yang membuat arah pergerakan crude menegang sepanjang sesi.

Rilis berita menggambarkan bagaimana adanya pernyataan Iran mengenai uranium yang diperkaya memicu pergerakan harga. Pada momen tertentu, Brent turun sekitar 1,5 persen sebelum melonjak hingga 2,5 persen selama hari perdagangan. Pergerakan ini menandai level intraday tertinggi sejak Juni ketika konflik zona memperhebat ketegangan.

Mediasi yang dilakukan Oman dan laporan bahwa kemajuan teknis sedang dipersiapkan untuk lanjut di Wina membantu mengimbangi lonjakan harga. Pasar akhirnya berakhir mendekati datar di sekitar 70,75 dolar AS per barel. Implikasi nya, investor tetap menunggu sinyal nyata dari para negosiator sebelum mengambil posisi.

Kondisi geopolitik tetap menjadi pendorong utama volatilitas Brent. Sinyal yang jelas masih minim karena berita bertentangan itu dapat memicu fluktuasi liar sepanjang minggu mendatang. Investor sebaiknya memantau pernyataan resmi dari pihak terkait dan rencana negosiasi lebih lanjut di Vienna.

Jika kemajuan nyata terkonfirmasi, Brent berpotensi menstabilkan arah atau melanjutkan tren kenaikan. Sebaliknya, jika negosiasi macet, risiko penurunan harga bisa meningkat karena kekhawatiran pasokan. Investor juga akan memantau sinyal teknis dan pernyataan Oman sebagai indikator utama arah pasar.

Para trader sebaiknya menyiapkan strategi dengan memperhatikan volatilitas pasar dan menyesuaikan ekspektasi. Pertimbangkan penggunaan stop loss yang tegas dan ukuran posisi yang proporsional terhadap volatilitas pasar. Selalu cek rilis berita dan update dari mediator Oman serta Vienna untuk menilai peluang baru.

broker terbaik indonesia