BRI, melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Yok Kita Gas, menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan langkah konkrit di wilayah perkotaan. Dalam era di mana polusi dan pengelolaan sampah menjadi tantangan utama kota besar, bank pelat merah ini menghadirkan solusi yang tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga kualitas hidup warga. Langkah ini mencerminkan peran korporasi dalam mendorong perubahan sosial secara berkelanjutan, sebuah contoh nyata bagaimana entitas keuangan bisa berkontribusi pada lingkungan sambil menjaga kepatuhan terhadap tata kelola. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, platform berita ekonomi kami.
Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Jatikramat, Kota Bekasi, dan bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. Lokasi dan waktu pelaksanaan dipilih untuk menekankan urgensi pengelolaan sampah di tingkat komunitas, sekaligus memobilisasi partisipasi publik dalam aksi nyata. Program ini hadir sebagai solusi konkret atas masalah pengelolaan sampah yang kerap menjadi beban bagi warga perkotaan dan lingkungan sekitar.
BRI Peduli Yok Kita Gas mengajak ratusan peserta berpartisipasi, mulai dari pengurus bank sampah hingga kalangan pelajar SMPN 23 Bekasi dan warga setempat. Kegiatan ini tidak sekadar ceramah, melainkan pendampingan intensif mengenai inovasi produk daur ulang dan teknik pemilahan sampah yang efektif. Selain itu, peserta diajak mempraktikkan prinsip reduce, reuse, dan recycle melalui lomba inovasi berbasis limbah untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus menekan limbah.
Program edukasi BRI Peduli: Yok Kita Gas di Jatikramat menampilkan pendekatan yang holistik, menggabungkan pembelajaran teori dengan praktik langsung. Para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan tentang manajemen sampah, tetapi juga terlibat dalam kegiatan yang mengubah perilaku sehari-hari menjadi tindakan konkret. Upaya ini sejalan dengan misi lembaga keuangan untuk mendorong literasi lingkungan di komunitas.
Dalam sesi edukasi, bank turut membahas inovasi produk daur ulang dan teknik pemilahan sampah yang efektif. Instrukturnya berasal dari internal BRI dan mitra komunitas, dengan fokus pada realisasi reduce, reuse, recycle sebagai pilar operasional rumah tangga. Para peserta mendapatkan contoh praktis tentang bagaimana sampah bisa diubah menjadi bahan bernilai ekonomis melalui proses yang tepat.
Untuk mempermudah pengelolaan sampah rumah tangga, BRI menyumbangkan fasilitas pendukung seperti dua unit komposter untuk pengolahan pupuk, keranjang sampah organik dan anorganik, serta peralatan operasional lainnya. Bantuan ini bertujuan meminimalkan sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dan meningkatkan peluang daur ulang. Hal ini menunjukkan komitmen BRI terhadap implementasi solusi lokal yang tangible bagi warga Jatikramat.
Aksi nyata yang dihasilkan program ini langsung terlihat dalam hasil pengelolaan sampah di lokasi kegiatan. Sampah yang terkumpul mencapai 95,7 kilogram, terdiri dari 8,18 kilogram sampah organik dan 87,52 kilogram sampah anorganik yang siap dikelola lebih lanjut. Angka-angka ini menunjukkan tingkat partisipasi komunitas yang tinggi dan efektifnya edukasi yang diberikan di lapangan. Pencapaian ini menjadi indikator awal menuju perubahan perilaku lingkungan yang lebih luas di wilayah tersebut.
Sejak diluncurkan pada 2021, BRI Peduli Yok Kita Gas telah melampaui batas satu lokasi. Program ini telah tersebar di 117 lokasi di seluruh Indonesia, mencerminkan skala operasional yang signifikan dan komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Jangkauan nasional ini juga menunjukkan kemampuan BRI untuk menggerakkan berbagai pemangku kepentingan, dari komunitas lokal hingga pemerintah daerah.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari dukungan nyata terhadap Gerakan Indonesia ASRI, inisiatif pemerintah untuk lingkungan hidup yang lebih sehat. Ia menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang mencakup pilar sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dengan komitmen seperti ini, BRI berharap dampak positifnya bisa dirasakan lintas sektor dan berkontribusi pada pencapaian target lingkungan jangka panjang.