BSP Diperkirakan Tahan Suku Bunga 4,25% Hingga April; Sinyal Kenaikan Tunggal Diprediksi untuk Juni

trading sekarang

Menurut analisis Cetro Trading Insight, Jonathan Koh dan Edward Lee dari Standard Chartered memperkirakan BSP akan mempertahankan suku bunga kebijakan di 4,25% pada April. Mereka menunda rencana kenaikan 25 basis poin hingga Juni. Langkah ini mencerminkan kehati-hatian terhadap dinamika inflasi dan kemampuan transmisi kebijakan yang terbatas. Gambaran kebijakan moneter menjadi kurang agresif dalam jangka pendek meski ada tekanan inflasi yang sedang berlangsung.

Penahanan ini didorong oleh respons kebijakan terhadap kejutan inflasi yang bersifat pasokan, yang membuat efektivitas moneter terasa terbatas. Dalam konteks itu, peningkatan kebijakan tidak dianggap tepat pada saat ini. Keputusan ini juga konsisten dengan langkah BSP yang menahan pada pertemuan di luar kalender Maret. Hal ini menunjukkan kehati-hatian pedoman kebijakan saat ini.

Data inflasi Maret sebesar 4,1% melampaui kisaran prediksi 3,1–3,9%, meski tekanan dari sisi permintaan pada inflasi inti tetap lemah. Pola ini menunjukkan bahwa transmisi inflasi tidak luas dan dikelola dengan cukup baik. Ekspektasi inflasi diperkirakan tetap terjaga, sementara inflasi rumah tangga berpendapatan rendah berada pada sekitar 4,2% YoY, sejajar dengan angka headline 4,1%.

Gubernur BSP Remolona menekankan bahwa keputusan kebijakan saat ini tetap bergantung pada tiga indikator utama: ekspektasi inflasi, inflasi inti, dan harga yang dihadapi rumah tangga berpendapatan rendah. Ketiga indikator tersebut melukiskan keseimbangan antara menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan. Secara umum, ekspektasi inflasi dinilai terjaga, dan tekanan pada inflasi inti tetap moderat.

Risiko penularan inflasi diperkirakan meningkat beberapa bulan ke depan, didorong oleh disbursement fiskal yang lebih cepat, kemungkinan kenaikan tarif transportasi, serta biaya pupuk yang lebih tinggi. Selain itu, inflasi impor yang didorong oleh faktor PHP juga bisa menambah tekanan harga. Kondisi ini memperkuat fokus pada stabilitas harga di tengah dinamika biaya hidup.

Meskipun risiko meningkat, para analis tidak menghapus prospek adanya satu kenaikan suku bunga untuk menjaga stabilitas harga. Langkah tunggal tersebut bisa menjadi respons tepat bila ekspektasi inflasi mulai terangkat atau tekanan harga menyebar lebih luas.

broker terbaik indonesia