BTN menargetkan pertumbuhan wealth management sebesar 15% secara tahunan hingga akhir 2026. Wakil Direktur Utama Oni Febriarto Rahardjo menegaskan bahwa transformasi bank bertujuan menjaga relevansi di setiap fase perjalanan finansial nasabah, termasuk di Surabaya. BTN memprioritaskan inovasi, diversifikasi produk, dan peningkatan layanan agar nasabah dapat memenuhi kebutuhan transaksi, pembiayaan, hingga investasi dalam satu ekosistem. Array kebijakan digital diterapkan untuk mempercepat akses layanan, sementara Cetro Trading Insight memantau implementasinya sebagai bagian dari ekosistem keuangan nasional.
Dalam beberapa indikator kinerja, segmen wealth management BTN menunjukkan pertumbuhan double digit hingga akhir 2025. Nilai aset kelolaan AUM meningkat dan FBI tumbuh sekitar 60% year-on-year, menandakan minat nasabah terhadap solusi keuangan BTN. Saat ini nasabah wealth management BTN mencapai sekitar 35 ribu nasabah secara nasional dengan target tumbuh sekitar 15% tahun ini. Sejumlah strategi disiapkan BTN untuk meningkatkan kenyamanan nasabah melalui opsi investasi serta akselerasi kapasitas aplikasi Bale, yang menjadi platform transaksi dan investasi terpadu bagi nasabah. Dalam suasana harga emas turun, diversifikasi menjadi kunci bagi investor untuk mengantisipasi volatilitas.
BTN juga memperluas beyond mortgage dengan memperkenalkan produk consumer banking seperti kartu kredit, Buy Now Pay Later, serta kredit kendaraan bermotor untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabah secara lebih menyeluruh. Langkah-langkah ini diharapkan memperkuat ekosistem keuangan ritel sekaligus mendukung mobilisasi dana untuk program pembiayaan kepemilikan rumah. Pendekatan terintegrasi ini menegaskan posisi BTN sebagai mitra finansial jangka panjang yang tidak hanya menyediakan solusi keuangan, tetapi juga mendampingi pertumbuhan nasabah dari fase membangun usaha hingga mengelola kekayaan secara optimal.
Kinerja wealth management BTN menunjukkan pertumbuhan double-digit hingga 2025, didorong oleh penambahan produk dan peningkatan literasi keuangan nasabah. AUM meningkat secara signifikan dan FBI mencapai sekitar 60% YoY pada Desember 2025, mencerminkan daya tarik layanan manajemen kekayaan BTN. Nasabah wealth management BTN tercatat sekitar 35 ribu nasabah nasional, dengan proyeksi tumbuh sekitar 15% pada tahun berjalan. Kebijakan ini memperkuat posisi BTN sebagai mitra keuangan jangka panjang bagi individu maupun UMKM.
BTN juga memperkuat kenyamanan nasabah melalui Bale sebagai ekosistem transaksi dan investasi terpadu. Fitur Bale terus diperbarui untuk mengakomodasi transaksi harian, pembiayaan, dan investasi dalam satu aplikasi, memudahkan perencanaan keuangan nasabah. Array upaya digital ini menandai langkah serius BTN dalam memperluas jangkauan layanan ke segmen massa dengan akses nasional. Selain itu, BTN berupaya memperluas portofolio produk, termasuk beberapa fitur investasi yang lebih variatif.
Sebagai bagian dari strategi transisi, segmen wealth management BTN mengaitkan layanan dengan kredit usaha rakyat dan kredit modal kerja untuk mendorong transformasi UMKM. Kebijakan tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk naik kelas menjadi nasabah Prospera, Prioritas, hingga Private Banking seiring pertumbuhan usaha. BTN menegaskan bahwa transformasi ini sejalan dengan komitmen jangka panjang untuk mendampingi nasabah membangun usaha dan mengelola kekayaan. harga emas turun menjadi konteks makro yang relevan bagi alokasi aset nasabah pada tahap tumbuh.
BTN memposisikan diri sebagai mitra pertumbuhan UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat dan kredit modal kerja. Langkah ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnisnya dan berpotensi menjadi nasabah Prospera, Prioritas, atau Private Banking di masa depan. Dalam konteks makro, perubahan harga emas turun menjadi faktor yang mempengaruhi keputusan alokasi aset nasabah, sehingga solusi diversifikasi BTN menjadi lebih relevan. Melalui sinergi wealth management dan pembiayaan, BTN berupaya menjaga likuiditas pelaku usaha dengan lebih efektif.
BTN memperluas layanan beyond mortgage dengan produk kartu kredit, Buy Now Pay Later, dan pembiayaan kendaraan bermotor. Strategi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabah secara holistik, dari transaksi harian hingga investasi. Kolaborasi antara Bale dan jaringan bank menjadikan BTN lebih responsif terhadap permintaan pasar.
Dalam beberapa tahun ke depan, BTN bercita-cita menjaga posisi sebagai mitra finansial utama bagi UMKM dan nasabah kaya dengan layanan terpadu. Array indikator transformasi digital pada Bale menunjukkan kemajuan yang perlu dicermati investor. Kombinasi layanan wealth management, kredit usaha, dan produk digital menunjukkan potensi pertumbuhan berkelanjutan untuk BTN. BTN berharap ekosistem ini bisa mengalirkan arus kas bagi UMKM, sambil memperkuat pilihan investasi bagi nasabah.