Di tengah gejolak pasar saham global, Barito Pacific Tbk (BRPT) menegaskan kepercayaan mereka pada nilai intrinsik perusahaan lewat langkah buyback yang besar. BRPT mengalokasikan hingga Rp1 triliun dari kas internal untuk membeli kembali saham, sebuah sinyal kuat bahwa manajemen melihat potensi kenaikan harga yang didukung fundamental perseroan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca awam yang ingin memahami implikasi kebijakan tersebut tanpa jargon berlebihan.
Buyback BRPT akan dilakukan secara bertahap mulai 4 Februari hingga 3 Mei 2026, dengan memperhatikan POJK No 13/2023. Perusahaan menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai perantara perdagangan, dan dana buyback sudah termasuk biaya transaksi serta biaya terkait lainnya. Langkah ini sejalan dengan tren pasar yang mendorong perusahaan untuk menjaga likuiditas dan kepercayaan investor tanpa mengganggu operasional.
Manajemen menekankan bahwa aksi ini tidak mengganggu operasional maupun kondisi keuangan perusahaan, dan fokus pada peningkatan nilai bagi pemegang saham. Dalam konteks volatilitas pasar, langkah BRPT bertujuan menjaga likuiditas pasar bebas serta memperkuat kepercayaan investor. Analisis kami dari Cetro Trading Insight melihat kebijakan ini selaras dengan upaya industri untuk mempertahankan fundamental yang kuat di tengah tekanan eksternal.
CUAN, emiten yang juga bagian dari Grup Barito, menyiapkan dana buyback hingga Rp750 miliar, bersumber dari kas internal. Manajemen menyatakan aksi ini tidak akan berdampak negatif terhadap kinerja operasional maupun pendapatan perseroan, sehingga menjaga kelangsungan laba dan arus kas tetap menjadi prioritas.
Buyback CUAN berlaku pada periode yang sama, yakni 4 Februari-3 Mei 2026, mengacu pada POJK No 13/2023 juncto Surat OJK No S-102/2025 terkait kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Langkah ini mencerminkan upaya perusahaan untuk memberi sinyal positif kepada investor tanpa mengambil risiko operasional yang besar.
PT BNI Sekuritas ditunjuk sebagai perantara perdagangan, memperkuat dukungan institusional terhadap program tersebut. Secara keseluruhan, langkah CUAN menandakan strategi Barito Group untuk menjaga nilai perusahaan sambil tetap menjaga fleksibilitas keuangan dan likuiditas.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyiapkan dana buyback paling besar di antara tiga emiten Barito Group, yakni hingga Rp2 triliun. Perseroan berencana membeli kembali maksimal 250 juta saham atau sekitar 0,29 persen dari total saham beredar, dengan harga setinggi-tingginya Rp10.000 per saham.
Buyback TPIA akan berlangsung sepanjang periode 4 Februari-3 Mei 2026, dengan PT Henan Putihrai Sekuritas sebagai perantara perdagangan. Langkah ini menegaskan fokus perusahaan pada peningkatan nilai bagi pemegang saham dan menjaga kepercayaan publik di tengah volatilitas pasar.
Ketiga emiten menegaskan pelaksanaan buyback tetap memperhatikan ketentuan free float dan tidak akan memberikan dampak negatif material terhadap kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan. Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.