CA-EDC Capai 72% Penyelesaian, Chandra Asri Siapkan Tahap II USD 1 Miliar untuk Kemandirian Industri Kimia Nasional

CA-EDC Capai 72% Penyelesaian, Chandra Asri Siapkan Tahap II USD 1 Miliar untuk Kemandirian Industri Kimia Nasional

trading sekarang

Di tengah dinamika industri kimia global, capaian CA-EDC menjadi momentum penting bagi ketahanan industri nasional. PT Chandra Asri Pacific Tbk melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali, terus mempercepat pembangunan fasilitas Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride dengan nilai investasi USD800 juta. Progres pembangunan telah mencapai 72 persen pada Juli 2026, dan pabrik ini direncanakan mulai beroperasi pada 2027. Proyek ini tidak hanya menambah kapasitas, tetapi juga membentuk ekosistem produksi dan distribusi yang terintegrasi untuk pasokan bahan kimia dasar.

Sejalan dengan strategi jangka panjang, perusahaan menegaskan bahwa CA-EDC Tahap II akan melalui studi kelayakan yang diperkirakan menyerap investasi sekitar USD1 miliar. Rencana ini bertujuan memperluas kapasitas produksi sambil meningkatkan konektivitas infrastruktur pendukungnya. Dengan demikian, Chandra Asri ingin memastikan ketersediaan bahan baku utama bagi industri nasional dan menjaga daya saing pasokan pada level regional.

Presiden Direktur & CEO PT Chandra Asri Pacific Tbk, Erwin Ciputra, menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat fondasi industri kimia nasional. Ke depan, melalui studi kelayakan Tahap II dan pembangunan infrastruktur pendukung, kami ingin menghadirkan ekosistem produksi dan distribusi yang semakin terintegrasi sehingga mampu meningkatkan keandalan pasokan bahan kimia dasar bagi industri nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok regional. Dilansir dari keterangan resmi, langkah ini juga menekankan peningkatan konektivitas rantai pasok kimia nasional maupun regional.

Pemutakhiran infrastruktur pendukung menjadi fokus utama untuk menunjang operasional fasilitas CA-EDC secara terintegrasi. Proyek ini mencakup fasilitas distribusi, penyimpanan, serta pengelolaan logistik produk CA-EDC, sehingga aliran material menjadi lebih ringkas, andal, dan responsif terhadap permintaan industri.

Keterlibatan infrastruktur pendukung juga berpotensi memperbaiki efisiensi supply chain nasional maupun regional. Dengan konektivitas yang lebih baik antara fasilitas produksi dan jaringan distribusi, risiko gangguan pasokan bisa berkurang dan daya saing industri kimia nasional meningkat secara keseluruhan. Investasi ini diharapkan mendorong kolaborasi lokal dan meningkatkan partisipasi pelaku usaha dalam ekosistem kimia.

Secara operasional, CA-EDC diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas melalui penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan pelaku usaha lokal. Hingga saat ini, proses konstruksi telah melibatkan sekitar 3.000 tenaga kerja, dan diperkirakan 250 lapangan kerja baru akan tercipta ketika fasilitas beroperasi penuh, memperkuat basis pekerjaan di sektor industri kimia nasional.

Rencana Tahap II dan Infrastruktur Pendukung

Rencana Tahap II CA-EDC akan dilanjutkan melalui studi kelayakan dengan estimasi investasi sekitar USD1 miliar. Tujuan utamanya adalah memperluas kapasitas produksi dan memperkuat ekosistem kimia nasional yang lebih terintegrasi, dari hulu hingga hilir.

Selain itu, fasilitas pendukung yang dikembangkan mencakup jaringan distribusi, penyimpanan, serta sistem logistik yang memastikan aliran produk CA-EDC berjalan lancar dan efisien. Investasi infrastruktur ini juga menekan biaya logistik dan memperbaiki respons terhadap permintaan industri kimia di pasar domestik maupun regional.

Secara jangka panjang, proyek CA-EDC menandai langkah signifikan dalam upaya Indonesia meningkatkan kemandirian industri kimia dengan basis bahan baku yang lebih andal, terjangkau, dan berkelanjutan. Bukan hanya soal kapasitas, tetapi juga pembentukan ekosistem lengkap yang mendorong pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan peluang ekspor yang lebih besar.

banner footer