Cadangan Devisa Indonesia Desember 2025 Capai $156,5 Miliar Didukung Pajak, Sukuk Global, dan Pinjaman Luar Negeri

Cadangan devisa Indonesia pada Desember 2025 tercatat di level $156,5 miliar, meningkat dari $150,1 miliar pada November 2025. Data ini dirilis oleh Bank Indonesia (BI) dan mencerminkan aliran masuk yang kuat sepanjang bulan tersebut.

Nilai cadangan tersebut mencerminkan kemampuan negara untuk membiayai impor dan kewajiban luar negeri. Peningkatan ini didorong oleh penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman, menunjukkan kesehatan transaksi eksternal yang lebih baik.

Secara kuantitatif, cadangan devisa setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor, menandakan ruang manuver bagi stabilitas eksternal di tengah volatilitas global.

Reaksi Pasar dan Implikasi Pasar Keuangan

Di pasar valuta asing, pasangan USD/IDR berada di level 16.780 dan cenderung tidak terpengaruh rilis data. Reaksi pasar yang relatif tenang menunjukkan bahwa data cadangan devisa tidak mengubah ekspektasi kebijakan dalam jangka pendek.

Secara teknikal, pergerakan USDIDR terlihat hampir datar sepanjang sesi pembukaan hingga saat ini, sementara IHSG tidak menunjukkan respons signifikan meskipun sebelumnya mencapai tertinggi sepanjang masa di sekitar 8.994.

Secara makro, peningkatan cadangan devisa meningkatkan stabilitas eksternal dan memberi ruang kebijakan untuk menahan volatilitas harga komoditas serta arus modal asing. Karena data inti relatif netral terhadap ekspektasi, sinyal trading pada USDIDR dan IHSG tetap netral di jangka pendek, dengan risiko dan peluang bergantung pada arah neraca pembayaran dan kebijakan BI ke depan.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image