Dolar Australia melemah setelah CPI Tiongkok naik 0,8% YoY dan lebih rendah dari perkiraan 0,9%. Data ini menambah tekanan pada AUDUSD karena Tiongkok adalah mitra dagang utama Australia. Pasar menilai respons kebijakan moneter di Canberra terhadap dinamika inflasi di rumah tangga dan harga barang impor.
Inflasi November di Australia menunjukkan pembacaan yang beragam, membuat arah kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) belum pasti. Pasar menantikan rilis CPI kuartalan di akhir bulan sebagai panduan utama langkah kebijakan selanjutnya. Komisinya juga menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Para pelaku pasar memposisikan diri menjelang rilis CPI kuartalan. Penilaian terhadap kekuatan dolar AS meningkat karena data tenaga kerja AS yang solid dan ekspektasi terhadap laporan NFP. Dengan begitu, volatilitas pasangan AUDUSD diperkirakan akan tetap tinggi, menciptakan peluang bagi trader untuk menilai arah jangka pendek.
Dolar AS menguat seiring dengan data tenaga kerja mingguan yang menunjukkan ketahanan pasar kerja. Indeks Dolar (DXY) diperdagangkan mendekati level 98,9, mencerminkan aliran modal menuju mata uang utama. Para pelaku pasar tetap waspada sebelum dirilisnya laporan Nonfarm Payrolls (NFP) bulan ini.
Pasar juga mencerna klaim pengangguran pekan terakhir yang sedikit lebih tinggi, meski tetap di bawah ekspektasi. Klaim awal 208.000, sedangkan klaim berlanjut meningkat menjadi 1,914 juta. Indikator ketenagakerjaan lain seperti ISM PMI Jasa yang naik menunjukkan momentum ekonomi yang masih kuat meskipun tantangan inflasi.
Di sisi kebijakan fiskal, futures dana Fed menunjukkan peluang sekitar 86% untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan Januari. Sinyal ini didukung oleh laporan inflasi Australia yang tetap tinggi dan pandangan bahwa pemangkasan suku bunga di AS belum menjadi opsi segera. Deputi Gubernur RBA Andrew Hauser menegaskan bahwa data inflasi bulan November sebagian besar sesuai ekspektasi, menambah nuansa kehati-hatian bagi pengambilan keputusan.
Secara teknikal, AUDUSD kini menguji batas bawah saluran naik setelah tembus di bawah 0,6700 dan diperdagangkan sekitar 0,6690. Analisis RSI 14-hari berada di sekitar 56,8, menunjukkan momentum bullish yang menurun meski tetap berada di wilayah positif. Kondisi grafik mengisyaratkan arah yang belum jelas, dengan risiko pergerakan lebih besar ke sisi bawah jika pola ini terbentuk.
Rintangan langsung terlihat pada moving average eksponensial sembilan hari di sekitar 0,6700. Penembusan ke atas level ini akan memperkuat momentum bullish dan membuka ruang bagi target di 0,6766, diikuti 0,6850 sebagai batas atas saluran. Sebaliknya, jika harga menembus batas bawah saluran, bias turun bisa menguat menuju area 0,6628 untuk MA50, yang jika ditembus dapat membawa AUDUSD ke level terendah berikutnya.
Studi teknikal juga menunjukkan bahwa potensi pergerakan lebih lanjut tergantung reaksi harga terhadap data ekonomi dan komentar bank sentral. Trader disarankan untuk menyesuaikan stop loss jika harga menembus EMA 9 hingga 0,6700, serta memperhatikan dinamika risiko terhadap data kuartalan CPI Australia.