Ketegangan geopolitik global meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman, sehingga NZD/USD mengalami tekanan jual yang berlanjut. Pasangan ini berada di bawah tekanan empat hari berturut-turut dan diperdagangkan mendekati wilayah pertengahan 0,57 pada sesi Asia. Sinyal arah pasar semakin bergantung pada rilis Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang akan mempengaruhi volatilitas dalam beberapa jam ke depan.
Inflasi Tiongkok Desember memang naik 0,8% secara tahunan, namun angka ini tidak cukup kuat untuk memberi dorongan pada mata uang antipodean. Data ini juga memperlihatkan bahwa tekanan deflasi tetap moderat meski sedikit lebih rendah dari ekspektasi 0,9%. Tanpa dorongan signifikan dari data China, Kiwi tetap rentan terhadap aliran risiko-off yang dipicu ketegangan geopolitik.
Perbedaan jalur kebijakan antara Federal Reserve dan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) bisa membentuk arah pasangan. Ekspektasi bahwa RBNZ akan mempertahankan atau mempertahankan jalur hawkish dapat memberikan dukungan pada NZD meski risiko data AS tetap besar. Gubernur RBNZ menyiratkan suku bunga tetap pada level saat ini lebih lama bila kondisi ekonomi sesuai harapan, sehingga para trader perlu berhati-hati menjelang rilis NFP AS.
Secara teknis, NZD/USD masih berkonsolidasi di bawah pertengahan 0,57 setelah empat hari penurunan beruntun. Pasangan ini terlihat rapuh di level sekitar 0,5700-an hingga 0,5725 pada sesi Asia, sehingga area tersebut bisa bertindak sebagai zona dukungan atau penundaan koreksi. Trader menunggu konfirmasi arah berikutnya menjelang data AS yang sangat dinantikan.
Sentimen pasar sangat dipengaruhi oleh dolar yang menguat sebagai safe-haven ketika ketegangan geopolitik memburuk dan data makro terasa penting. Sementara itu, ekspektasi kebijakan dovish dari Fed bisa membatasi kenaikan USD lebih lanjut, memberikan sedikit ruang bagi kiwi untuk bertahan di wilayah teritorialnya. Ketika data NFP datang, volatilitas bisa meningkat, menambah peluang dan risiko bagi posisi panjang maupun pendek.
Gubernur RBNZ Ann Breman menegaskan bahwa suku bunga kebijakan kemungkinan tetap pada level saat ini lebih lama jika kondisi ekonomi berkembang seperti yang diharapkan. Hal ini memberikan dukungan bagi NZD dan membantu membatasi tekanan turun pada pasangan tersebut. Namun, rilis data AS yang mengecewakan atau mengejutkan tetap bisa memicu pelemahan lebih lanjut untuk NZD/USD jika faktor risiko meningkat.
Daripada mengambil posisi terbuka sekarang, para trader disarankan menunggu aksi jual lebih lanjut di bawah level mingguan sebelum mengurangi risiko. Penjualan di bawah sekitar 0,5720-0,5725 bisa menjadi sinyal teknis untuk melanjutkan penurunan lebih lanjut, tergantung data AS. Penilaian risiko perlu memperhatikan volatilitas yang bisa meningkat jelang NFP.
Dinamika data AS dan NFP akan menentukan arah jangka pendek; jika NFP kuat, USD bisa menguat lebih lanjut dan NZD/USD berpotensi menurun lagi. Sebaliknya, jika pelaku pasar menginterpretasikan data sebagai tanda perlambatan ekonomi AS, USD bisa melemah sedikit dan kiwi bisa menguat, meski tetap dibayangi risiko geopolitik. Pergerakan saat ini menekankan bahwa kehati-hatian adalah kunci bagi posisi jangka pendek.
Rekomendasi manajemen risiko menekankan ukuran posisi yang tepat dan target profit minimal yang sejalan dengan risiko, dengan potensi rasio reward-to-risk superior 1:1.5. Karena signal saat ini belum mengarah jelas, untuk saat ini sinyal perdagangan disetel ke no dan tidak ada level TP/SL yang direkomendasikan. Investor disarankan mengikuti rilis NFP dengan cermat dan menyesuaikan ekspektasi terhadap jalur kebijakan Fed dan RBNZ.