Carry Trade FX Tahan Banting Meski Saham Global Melemah: Fokus MXN, BRL, PLN dan Risiko Funding AUD/CAD/NZD

trading sekarang

BNY's EMEA Macro Strategist Geoff Yu mencatat bahwa appetit risiko di pasar valuta asing (FX) serta carry trades tetap kokoh meski indeks saham global melorot. Investor cenderung menambah posisi pada mata uang berimbal tinggi seperti MXN, BRL, dan PLN, sementara beberapa mata uang Asia-Pasifik beryield lebih rendah juga tetap menarik minat.

Analisa iFlow menunjukkan sebagian besar mata uang yang dinilai kuat mengikuti pola "conviction", di mana mata uang yang overheld ditambah posisinya, dan mata uang yang underheld bergerak berlawanan arah. Delapan mata uang saat ini overheld dan net buy, tiga di antaranya berasal dari kawasan APAC yang beryield rendah.

Carry trades tetap terlihat resilient meskipun sentimen risiko global melemah, menurut pembacaan pasar oleh Cetro Trading Insight. Mata uang beryield tinggi yang likuid dan memiliki kisah struktural menambah fondasi bagi risiko portofolio walaupun level kepemilikan tinggi.

Jawaban utama untuk posisi carry terletak pada "funding leg" dolar G10, di mana AUD, CAD, dan NZD sering dipakai sebagai funding. Potensi pivot kebijakan yang lebih ketat di negara-negara ini menjadi risiko utama terhadap posisi carry.

Dalam konteks bulan ini, Reserve Bank of Australia (RBA) berhasil memvalidasi harga pasar yang memprediksi pengetatan, menandai bahwa pivot menahan laju pengetatan bisa menjadi risiko pada posisi carry. Hal ini memberi dampak pada bagaimana para pelaku pasar menata porsi funding mereka.

Di tengah dominasi fiskal, CHF dan CZK dipandang berpotensi mengungguli meskipun memiliki valuasi yang tinggi. Kondisi semacam ini menambah dinamika trading FX dan menyoroti pentingnya menjaga diversifikasi dan manajemen risiko.

iFlow menunjukkan bahwa beberapa pandangan conviction dapat hidup bersamaan, sehingga carry trade tetap didorong oleh likuiditas serta narasi keuangan berimbal tinggi. Kuasa carry currencies dengan cerita struktural kuat dipercaya menjadi jangkar bagi arus investasi meskipun volatilitas pasar meningkat.

Mata uang beryield tinggi seperti MXN, BRL, dan PLN terlihat tetap menarik meskipun isyarat risk appetite global melemah, karena fundamental negara tersebut masih didukung oleh pertumbuhan riil dan profil imbal hasil yang menarik. Namun, risiko funding tetap menjadi perhatian utama para pelaku pasar.

Meski demikian, banyak skenario mengakui adanya toleransi risiko yang lebih luas bagi investor yang menerapkan diversifikasi, proteksi rugi, dan penyesuaian ukuran posisi. Menurut analisis Cetro Trading Insight, carry trade bisa tetap layak asalkan manajemen risiko dipertahankan dan ekspektasi imbal balik memenuhi rasio minimal 1:1,5.

broker terbaik indonesia