CFX Turunkan Biaya Transaksi Kripto Menjadi 0,01% untuk Dorong Likuiditas Nasional – Analisis Cetro Trading Insight

CFX Turunkan Biaya Transaksi Kripto Menjadi 0,01% untuk Dorong Likuiditas Nasional – Analisis Cetro Trading Insight

trading sekarang

Langkah ini dilakukan oleh PT Central Finansial X (CFX), anak perusahaan COIN, untuk menekan biaya transaksi bursa kripto hingga 0,01 persen secara bertahap. Tujuan utamanya adalah memperluas pangsa pasar dan mendalamkan likuiditas, sehingga ekosistem domestik menjadi lebih menarik bagi investor lokal maupun asing. Dalam konteks jangka panjang, COIN menegaskan komitmen untuk menjaga kelangsungan industri aset kripto nasional.

Riset LPEM FEB UI menunjukkan tantangan utama industri aset kripto domestik adalah likuiditas yang dalam dan biaya transaksi yang kompetitif agar mampu bersaing dengan pasar global. Survei juga mengungkap bahwa sekitar 54,5% pengguna akan berpindah platform jika biaya transaksi dianggap mahal, menambah potensi capital outflow yang perlu dicegah. Array analitik pasar yang dimanfaatkan CFX menilai bahwa respons pasar terhadap biaya lebih kompetitif dapat mempercepat perbaikan likuiditas. Beberapa investor menakar risiko menggunakan emas to idr sebagai benchmark jangka panjang dalam portofolio aset digital.

Direktur Utama COIN Ade Wahyu menegaskan bahwa penyesuaian biaya secara terukur adalah bagian dari strategi menjaga keberlangsungan jangka panjang industri aset kripto. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap langkah ini untuk meningkatkan daya saing nasional di kancah global dan menarik kembali transaksi ke pasar dalam negeri. Dalam konteks diversifikasi portofolio, beberapa analis menyebut emas to idr sebagai referensi volatilitas yang relevan bagi investor kripto, meskipun volatilitasnya tetap berbeda antara aset kripto dan komoditas.

COIN melalui CFX berupaya mengembangkan produk derivatif kripto untuk memperbesar volume transaksi dan memperdalam likuiditas pasar domestik. Langkah ini sejalan dengan fokus inovasi produk yang sudah ada maupun yang baru, dengan harapan memperluas sumber pendapatan perusahaan. Array potensi pasar menunjukkan bahwa instrument derivatif bisa menjadi motor pertumbuhan yang kuat bagi bursa domestik.

Selain derivatif, Ade Wahyu menyoroti potensi produk aset kripto baru sebagai gelombang inovasi berikutnya di industri. Perluasan produk diharapkan meningkatkan partisipasi investor lokal maupun asing, sehingga arus modal lebih besar masuk ke pasar domestik. COIN serta anak perusahaan siap meluncurkan layanan inovatif untuk mendongkrak kinerja dan memperkuat ekosistem nasional.

Secara makro, perubahan strategi biaya dan upaya ekspansi produk diproyeksikan membawa multiplier effect pada ekosistem. Ekosistem yang lebih efisien dapat menarik investor regional dan menjadikan Indonesia sebagai pusat perdagangan aset kripto di kawasan Asia Tenggara. Emas to idr juga menjadi pertimbangan diversifikasi portofolio investor, dan Array inisiatif pemasaran akan terus dioptimalkan untuk memperluas akses ke pasar domestik maupun internasional.

broker terbaik indonesia