Chandra Asri Tetapkan Bunga Obligasi Tahap II 6,5-7,5% untuk Emisi Rp2,25 Triliun

Chandra Asri Tetapkan Bunga Obligasi Tahap II 6,5-7,5% untuk Emisi Rp2,25 Triliun

trading sekarang

Langkah terbaru PT Chandra Asri Pacific Tbk menjadi sorotan investor dan pelaku pasar modal: perusahaan mengumumkan bunga Obligasi Berkelanjutan V Tahap II sebesar 6,5% hingga 7,5% tergantung tenor, untuk emisi Rp2,25 triliun. Inisiatif ini dinilai sebagai dorongan penting bagi pembiayaan ekspansi dan perbaikan struktur modal. Menurut Cetro Trading Insight, langkah ini mencerminkan upaya perusahaan untuk menjaga likuiditas sambil memperluas kapasitas produksi.

Obligasi Tahap II merupakan bagian dari rangkaian Penawaran Umum Berkelanjutan V yang menargetkan total penghimpunan dana Rp6 triliun. Sebelumnya Tahap I telah menerbitkan Rp1,5 triliun, sehingga sisa kapasitas emisi menjadi Rp4,5 triliun. Dengan Tahap II, sisa emisi yang bisa diterbitkan turun menjadi Rp2,25 triliun, menandai kemajuan progres pembiayaan.

Untuk Tahap II, Chandra Asri menerbitkan obligasi dalam tiga seri: Seri A senilai Rp635,39 miliar, Seri B Rp886,38 miliar, dan Seri C Rp729,22 miliar. Seri A memiliki tenor tiga tahun, Seri B lima tahun, dan Seri C tujuh tahun. Pembaca perlu mencatat bahwa bunga ditetapkan 6,5% untuk Seri A, 7% untuk Seri B, dan 7,5% untuk Seri C, dengan jadwal pembayaran kuartalan.

Rincian seri menunjukkan struktur pembiayaan yang disesuaikan dengan horizon investasi investor: Seri A adalah pilihan berjangka pendek tiga tahun, Seri B menahan beban hingga lima tahun, dan Seri C menimbang risiko jangka panjang selama tujuh tahun. Bunga masing‑masing seri ditetapkan 6,5% untuk A, 7% untuk B, dan 7,5% untuk C, dengan pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Nilai emisi per seri adalah sebagai berikut: Seri A Rp635,39 miliar, Seri B Rp886,38 miliar, dan Seri C Rp729,22 miliar. Proses penawaran umum obligasi ini dijadwalkan berlangsung pada 18–20 Februari 2026, masa penjatahan pada 23 Februari 2026, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 26 Februari 2026. Pembelian obligasi mulai dari Rp5 juta.

Pembayaran bunga dimulai dari periode pertama yang jatuh pada 25 Mei 2026, dan pokok akan dibayarkan pada saat jatuh tempo sesuai tenor masing‑masing seri. Kebijakan pembayaran kuartalan ini memberikan arus kas yang jelas bagi investor, serta kemudahan perencanaan pendapatan tetap dalam porfolio obligasi korporasi.

Implikasi bagi Investor dan Pasar Obligasi Indonesia

Penawaran Obligasi Berkelanjutan V Tahap II Chandra Asri memberikan alternatif pembiayaan korporasi yang relatif stabil bagi investor yang mencari eksposur terhadap sektor manufaktur kimia di Indonesia. Investor disarankan untuk menilai perbandingan antara imbal hasil, tenor, serta profil risiko perusahaan dalam konteks portofolio dan tujuan investasi masing‑masing.

Dengan target total Rp6 triliun dan penambahan emisi Rp2,25 triliun, langkah ini dapat menjaga likuiditas pasar obligasi korporasi dan memperkuat kepercayaan investor terhadap kapasitas perusahaan memenuhi kewajiban pembayaran obligasi. Proses penawaran dan listing BEI memperkuat keterbukaan informasi dan transparansi bagi pasar modal nasional.

Menurut analisis pasar dari Cetro Trading Insight, peluang investasi di obligasi berkelanjutan perlu dipertimbangkan bersama faktor risiko operasional, harga obligasi saat ini, serta kecocokan dengan profil risiko investor. Diversifikasi, pemantauan jadwal pembayaran, dan evaluasi terhadap struktur utang perusahaan menjadi bagian penting dalam pengelolaan risiko portofolio.

broker terbaik indonesia