Menurut Lynn Song, Chief Economist untuk Greater China di ING, target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) China untuk 2026 diturunkan menjadi 4,5–5,0 persen setelah tiga tahun berturut-turut mendekati 5 persen. Penyesuaian ini mencerminkan adanya toleransi terhadap ekspansi yang sedikit lebih lambat tanpa mengorbankan ambisi jangka panjang. Kebijakan fiskal dan target pekerjaan tetap dipandang stabil, sehingga pembuat kebijakan memiliki ruang untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas.
Para analis melihat perubahan target sebagai pergeseran yang tidak terlalu besar dibandingkan sebelumnya; praktik pasar sering menganggap deviasi sekitar 0,2–0,3 poin persentase. Dengan demikian, kebijakan ekonomi tampak lebih fleksibel untuk mengejar pertumbuhan berkualitas sambil menahan risiko inflasi dan defisit saat ini. Secara umum, target baru mencerminkan pendekatan yang menahan stimulus berlebihan tetapi mendorong reformasi struktural.
Penyesuaian target memberi kesempatan bagi kebijakan fiskal untuk menekankan peningkatan produktivitas dan inovasi, alih-alih bergantung pada dorongan permintaan singkat. Ambisi jangka panjang China untuk menaikkan standar hidup dan menggandakan GDP per kapita pada 2035 tetap menjadi fokus utama. Secara keseluruhan, arah kebijakan menekankan stabilitas sambil menyiapkan fondasi bagi pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
Target baru tidak menandakan dorongan stimulus agresif; defisit fiskal dipertahankan stabil dan jalur penerbitan obligasi tetap terukur. Kebijakan tersebut menekankan efisiensi belanja serta peningkatan dasar fiskal untuk mendukung inovasi dan pertumbuhan produktivitas.
Analisis menunjukkan proyeksi ING yang memperkirakan pertumbuhan sekitar 4,6% secara year-on-year, berada dalam koridor target yang ditetapkan. Angka tersebut menggambarkan transisi dari dorongan berbasis infrastruktur ke peningkatan kualitas produksi dan layanan. Kebijakan secara umum bertujuan menjaga kestabilan ekonomi tanpa tekanan stimulus berlebih.
Beberapa pengamat menilai bahwa harapan akan dorongan kebijakan ekonomi yang lebih besar untuk jangka pendek mungkin tidak terpenuhi. Namun, penekanan pada kualitas pertumbuhan dan reformasi struktural diharapkan memberikan fondasi yang lebih tahan terhadap guncangan eksternal.
Permintaan domestik tetap menjadi faktor kunci bagi kinerja ekonomi China, karena kepercayaan konsumen masih lemah dan hal tersebut bisa membatasi belanja rumah tangga. Pemerintah berupaya mendorong permintaan melalui peningkatan pendapatan, lapangan kerja yang lebih baik, dan program investasi infrastruktur yang lebih tepat sasaran. Strategi ini bertujuan menjaga momentum pertumbuhan meskipun skala stimulus tidak besar.
Selain itu, fokus pada peningkatan rantai pasokan lokal dan kemandirian teknologi diharapkan meningkatkan efisiensi dan daya saing. Upaya untuk mendorong inovasi, adopsi teknologi baru, dan peningkatan kapasitas produksi nasional menjadi bagian penting dari strategi jangka menengah. Langkah-langkah tersebut dirancang untuk menghasilkan produk bernilai tambah dan memperkokoh posisi China di pasar global.
Sekaligus, meskipun target 2026 lebih moderat, arah kebijakan memperlihatkan komitmen terhadap pertumbuhan berkualitas. Prioritasnya adalah menjaga stabilitas fiskal sambil mendorong produktivitas dan kapasitas domestik. Hasilnya diharapkan memperkuat fondasi ekonomi yang lebih tahan terhadap guncangan eksternal di masa mendatang.