CNMA Akhiri Buyback Lebih Cepat: Dana Rp68,27 Miliar Dukung Usaha dan Likuiditas BEI

CNMA Akhiri Buyback Lebih Cepat: Dana Rp68,27 Miliar Dukung Usaha dan Likuiditas BEI

trading sekarang

Kedudukan CNMA memaparkan langkah berani yang menandai perubahan arah kebijakan modal perusahaan. Dalam analisis eksklusif Cetro Trading Insight, langkah ini dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas keuangan sambil mempertimbangkan dinamika pasar saham. Momentum ini juga bisa memberi sinyal kepada investor mengenai fokus CNMA pada kelanjutan operasi dan kemantapan likuiditas saham di BEI.

Menurut Keputusan Sirkuler Direksi tanggal 18 Februari 2026, program pembelian kembali saham dihentikan lebih awal sebelum berakhirnya periode buyback yang diumumkan sebelumnya, yaitu hingga 24 Maret 2026. Informasi ini disampaikan CNMA melalui keterbukaan informasi kepada BEI pada Jumat, 20 Februari 2026.

Hingga penghentian pelaksanaan, CNMA telah membeli kembali 1,69 miliar saham, setara sekitar 2,04% dari total saham beredar, dan sisa dana yang belum digunakan mencapai Rp68.269.061.277. Dana tersebut bisa dialokasikan kembali untuk mendukung kegiatan usaha perseroan.

Manajemen menegaskan bahwa penghentian buyback diputuskan untuk mempertimbangkan peningkatan free float yang akan diberlakukan, sehingga jumlah saham yang dapat diperdagangkan di BEI tetap terjaga. Penghentian ini dinyatakan tidak berdampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan perseroan.

CNMA sebelumnya mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 24 Maret 2025 untuk melakukan buyback dengan alokasi dana maksimal Rp300 miliar, dengan batas harga pembelian maksimum Rp270 per saham. Periode buyback direncanakan berjalan selama 12 bulan melalui BEI setelah persetujuan tersebut, dengan pelaksanaan secara bertahap.

Manajemen menegaskan penghentian buyback tidak berdampak material terhadap operasional maupun posisi keuangan perseroan, sehingga fokus perusahaan tetap pada kelancaran aktivitas usaha. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan gangguan bagi aktivitas bisnis sambil menjaga stabilitas keuangan secara umum.

Selain itu, penghentian buyback juga dilihat sebagai upaya meningkatkan likuiditas saham dengan meningkatkan free float, sehingga jumlah saham yang bisa diperdagangkan di BEI tetap terjaga. CNMA menegaskan bahwa program ini dilaksanakan secara bertahap melalui BEI dalam batas waktu maksimal 12 bulan setelah RUPST, sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

broker terbaik indonesia