Data tenaga kerja Australia menunjukkan bahwa pasar pekerjaan tetap kuat meskipun kondisi global menantang. Pengangguran berada di 4,1 persen dan jumlah pekerjaan baru mencapai 17.800 sepanjang periode terbaru, menandakan daya serap tenaga kerja yang tinggi. Peningkatan pekerjaan ini juga mendukung stabilitas pendapatan rumah tangga meskipun tekanan inflasi masih berlanjut.
Namun, pertumbuhan upah tetap lemah dan real wages dalam beberapa kuartal terakhir cenderung flat. Data menunjukkan bahwa meskipun pasar kerja berada pada level rendah, pergerakan upah tidak sejalan dengan laju harga. Trimmed mean inflasi sekitar 3,4 persen year-on-year menunjukkan bahwa pertumbuhan upah riil nol, sehingga risiko inflasi tidak berubah secara signifikan.
Sebagai konsekuensinya, analisis Commerzbank menyimpulkan bahwa bank sentral kemungkinan hanya akan menaikkan suku bunga satu kali lagi. Pasar saat ini dinilai terlalu optimis dalam memperkirakan rute kebijakan ke depan, sehingga potensi kenaikan AUD terbatas dalam beberapa bulan mendatang. Meski data tenaga kerja tetap kuat, sinyal kebijakan yang moderat memberi ruang bagi AUD untuk bergerak terbatas terhadap mitranya.
Inti analisis menekankan bagaimana tenaga kerja yang kuat memberi fondasi bagi upaya Bank RBA mengendalikan inflasi. RBA telah menaikkan suku bunga dalam periode terakhir, dan sebagian analis memperkirakan satu kenaikan lagi. Persepsi pasar tentang jalur kebijakan tampaknya terlalu optimis, menambah risiko bagi arah AUD.
Fokus pada inflasi inti mengungkap bahwa tekanan harga masih berdenyut, namun tidak memicu kecepatan kenaikan upah. Trimmed mean inflasi sekitar 3,4 persen year-on-year menunjukkan real wage growth masih nol di kuartal terakhir 2025. Kondisi ini mendukung pandangan bahwa ruang untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut terbatas, sehingga potensi kenaikan AUD cenderung terbatas.
Para pelaku pasar menimbang bahwa ekspektasi kebijakan terlalu agresif berisiko menimbulkan kejutan. Penilaian bahwa AUD memiliki upside yang terbatas membuat trader menunggu konfirmasi data tenaga kerja dan inflasi sebelum mengambil posisi besar. Analisa ini selaras dengan pandangan pasar bahwa kinerja AUD akan lebih banyak ditentukan oleh data rilis berikutnya.
Untuk investor dan trader forex, dinamika laju pekerjaan menambah pentingnya manajemen risiko. Diversifikasi portofolio menjadi prioritas ketika volatilitas mata uang tidak terlalu besar namun arah pergerakan AUD bisa berubah karena kebijakan moneter. Pelaku pasar disarankan memantau data tenaga kerja dan inflasi untuk konfirmasi arah yang lebih jelas.
Strategi perdagangan sebaiknya mempertimbangkan skenario sentimen risiko dan potensi pergeseran kebijakan. Pemantauan posisi perlu mencakup stop loss yang ketat jika data merespon terhadap pernyataan bank sentral. Ruang naik AUD yang terbatas menuntut konfirmasi dari data inflasi dan upah sebelum membuka posisi signifikan.
Secara keseluruhan, risiko terhadap AUD tampak seimbang dengan potensi imbal hasil yang cukup menarik bagi trader yang siap mengikuti rilis data. Namun, diperlukan konfirmasi dari data inflasi dan upah untuk menguatkan sinyal. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight.