GBPUSD Menguat Seiring Data UK Ritel dan PMI, USD Hadapi Rilis GDP AS

GBPUSD Menguat Seiring Data UK Ritel dan PMI, USD Hadapi Rilis GDP AS

trading sekarang

GBPUSD naik tipis mendekati 1.3470 terhadap USD menjelang rilisan data GDP AS Q4 flash. Data ritel Inggris Januari menunjukkan rebound kuat sebesar 1.8% secara MoM, melampaui ekspektasi pasar yang berada di kisaran nol koma. Laju belanja rumah tangga yang lebih tinggi ini memberi dukungan terhadap sterling sekaligus menambah pertanyaan mengenai arah kebijakan Bank of England. Meski demikian, inflasi Inggris melunak pada Januari dan kondisi pasar tenaga kerja memburuk lebih lanjut dalam triwulan yang berakhir Desember, sehingga peluang pemangkasan suku bunga tetap ada namun tidak jelas.

PMI gabungan Inggris untuk Februari dilaporkan lebih kuat, dengan pembacaan Composite PMI 53.9 dan sektor manufaktur yang berada di 52.0, menunjukkan pemulihan aktivitas bisnis secara luas. Peningkatan ini mendongkrak kepercayaan pasar terhadap momentum ekonomi Inggris dan memberikan dukungan bagi posisi saat ini sterling. Sinyal dari data PMI menunjukkan bahwa sektor manufaktur memperlihatkan produksi yang lebih stabil dan kontribusi terhadap pertumbuhan keseluruhan ekonomi.

Indeks dolar AS (DXY) berada di sekitar 98.00 menjelang publikasi data GDP AS Q4. Walau data AS diperkirakan menunjukkan pertumbuhan sekitar 3% secara tahunan, harga dolar tetap bergerak mantap karena nada kebijakan FOMC yang dinyatakan tidak tergesa untuk memangkas suku bunga. Ketidakseimbangan antara dinamika ekonomi AS dan data domestik Inggris menjaga volatilitas GBPUSD di kisaran level kunci sambil trader menilai arah ke depan.

Di sisi USD, fokus pasar tetap tertuju pada rilis GDP Q4 AS yang akan memandu ekspektasi pelaku pasar tentang kebijakan bank sentral. Indeks dolar, meski berada dekat level tertinggi beberapa minggu, berisiko tertekan jika data AS menunjukkan dinamika yang lebih lemah dari estimasi. Namun jika angka GDP menunjukkan pemulihan yang lebih tahan banting, USD bisa menguat lebih lanjut terhadap sebagian besar pasangan mata uang.

FOMC Minutes dari pertemuan Januari menunjukkan tidak adanya dorongan kuat untuk memotong suku bunga dengan segera, sambil inflasi tetap berada di atas target 2%. Nuansa tersebut mempertahankan ekspektasi pengetatan jangka pendek bagi dolar AS, meskipun beberapa anggota komite mengisyaratkan fleksibilitas jika pertumbuhan ekonomi melambat. Pasar menilai bagaimana sikap kebijakan ini akan mempengaruhi GBPUSD dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.

Secara keseluruhan, kombinasi data UK yang positif dan dinamika kebijakan AS menciptakan lanskap volatil bagi GBPUSD. Trader disarankan menimbang peluang pergerakan ke depan dengan fokus pada rilis data Inggris berikutnya dan komentar pejabat BoE serta Fed untuk menakar arah pasar. Risk to reward pada setiap posisi sebaiknya dipantau dengan target profit pertama di atas open dan stop loss di bawahnya, ensuring rasio minimal 1:1.5 jika sinyal trading muncul.

broker terbaik indonesia