COCO mengumumkan rights issue jilid III yang diproyeksikan mengubah peta kepemilikan saham dan arah ekspansi perusahaan. Langkah ini menandai fase baru bagi produsen kakao dan makanan ringan yang ingin memperluas jejak melalui modal baru. Menurut Cetro Trading Insight, aksi ini berpotensi menghadirkan peluang bagi investor sambil membawa risiko terhadap struktur kepemilikan.
Cum rights di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada tanggal 6 Juli 2026. Periode perdagangan dan HMETD akan berlangsung antara 10 hingga 17 Juli 2026. Perseroan berencana menerbitkan sekitar 10,7 miliar saham baru dengan rasio 1:3 terhadap saham yang ada, dan sekitar 1,2 miliar waran dengan rasio 9:1 sebagai insentif tambahan bagi investor.
Harga pelaksanaan rights issue maupun waran belum diumumkan. Adapun sebagian besar dana yang dihimpun akan digunakan untuk mendukung ekspansi melalui akuisisi perusahaan di sektor confectionery dan makanan ringan, sementara sisanya dialokasikan untuk modal kerja atau capital expenditure bagi perseroan maupun entitas anak. Aksi ini juga menimbulkan potensi dilusi bagi pemegang saham eksisting, dengan estimasi dilusi hingga 76,92 persen setelah pelaksanaan waran.
Rencana penggunaan dana utama sekitar 98,7 persen diarahkan untuk ekspansi melalui akuisisi di sektor confectionery dan makanan ringan. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk memperluas portofolio produk dan memperkuat posisi di pasar regional yang kompetitif. Analisa awal menilai bahwa sinergi antara lini produksi dan distribusi dapat mempercepat realisasi pertumbuhan pendapatan.
Sisa dana yang tidak terpakai akan dialokasikan untuk modal kerja atau capital expenditure perseroan dan entitas anak. Investasi ini mencakup peningkatan kapasitas produksi, peningkatan fasilitas, serta peningkatan infrastruktur pendukung operasional. Manajemen menilai alokasi dana berimbang untuk memastikan kelancaran operasional jangka pendek sambil menyiapkan pertumbuhan jangka panjang.
COCO sebelumnya telah melaksanakan rights issue tahap II dengan nilai sekitar Rp267 miliar. Pada aksi tahap II, perseroan menawarkan sebanyak 2.669.591.943 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham. Perubahan struktur kepemilikan akibat rights issue ini menjadi pembelajaran bagi para pemegang saham terkait dinamika kepemilikan.
Bagi investor, hak atas rights issue jilid III COCO membawa risiko dilusi yang perlu diawasi secara seksama. Meski dana dialokasikan untuk ekspansi, perubahan kepemilikan bisa mengurangi persentase kepemilikan lama dan mempengaruhi bobot suara. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya memantau progres akuisisi dan efektivitas penggunaan dana terhadap peningkatan pendapatan.
Secara teknikal, informasi mengenai harga pelaksanaan dan tanggal HMETD penuh diperlukan untuk menilai peluang trading. Tanpa rincian tersebut, rekomendasi pelaku pasar belum dapat disusun. Namun secara fundamental, ekspansi yang didanai melalui rights issue bisa menjadi katalis positif jika implementasinya tepat sasaran dan memberi dampak pada margin.
Langkah selanjutnya yang perlu diwaspadai adalah update publik mengenai tanggal cum rights, jadwal HMETD, serta harga pelaksanaan. Investor disarankan mengikuti siaran pers perusahaan dan laporan regulator untuk memahami bagaimana modal baru ini mempengaruhi struktur modal, likuiditas, dan prospek pertumbuhan COCO ke depan.