Analisa INE menunjukkan Chile mencetak output tembaga bulanan terendah dalam hampir sembilan tahun, menyoroti kendala struktural yang berlarut. Produksi pada Februari turun menjadi 378.554 ton, turun 8,5% dibandingkan bulan sebelumnya dan 4,8% secara tahunan, sementara kualitas bijih yang menurun serta kinerja rendah di tambang utama menjadi penekan utama.
Chile menyumbang sekitar seperempat pasokan tambang global dan tren penurunan produksi secara tahunan telah berlanjut selama tujuh bulan. Kendala ini mencerminkan dinamika pasokan global yang tetap ketat meskipun permintaan cenderung stabil, sehingga potensi tekanan harga tetap relevan.
Dinamika ini meningkatkan risiko volatilitas harga tembaga dalam jangka pendek, karena pasokan yang terbatas bertemu permintaan yang tetap kuat. Meskipun beberapa pelaku pasar mencermati perubahan posisi spekulan, faktor fundamental tetap menonjol: kendala produksi berpotensi mendorong harga lebih tinggi pada jalur jangka menengah.
Ivanhoe Mines memangkas panduan untuk tambang Kamoa-Kakula: target produksi 2026 menjadi 290–330 ribu ton, dari 380–420 ribu ton sebelumnya, dan proyeksi 2027 menjadi 380–420 ribu ton, turun dari 500–540 ribu ton.
Langkah ini bagian dari upaya menerapkan rencana tambang yang lebih konservatif setelah banjir tahun lalu. Penyesuaian tersebut menambah ketatnya kendali produksi dan berpotensi membatasi pasokan tembaga di masa mendatang jika cuaca dan operasional tidak kembali normal.
Penyesuaian panduan ini berpotensi membatasi pasokan tembaga dalam beberapa kuartal ke depan, meski permintaan global menunjukkan daya tahan. Investor perlu memantau bagaimana jadwal produksi baru berdampak pada pengiriman barang dan harga tembaga secara lebih luas.
Menurut laporan LME COTR, spekulan menaikkan posisi net long pada aluminium sebanyak 1.285 kontrak pada pekan yang berakhir 27 Maret, membalikkan enam minggu tren penurunan.
Sementara itu, net long pada tembaga turun menjadi 38.729 kontrak, sedangkan net long pada seng turun menjadi 40.171 kontrak, setelah dua minggu kenaikan.
Kondisi campuran ini menandakan bahwa meskipun aluminium menunjukkan penguatan sentimen, dinamika tembaga tetap dipengaruhi oleh faktor fundamental terkait pasokan. Perubahan posisi spekulan dapat meningkatkan volatilitas harga tembaga dalam jangka pendek dan menambah kebutuhan manajemen risiko bagi para trader.