USD/CAD melemah sejalan dengan penurunan Indeks Dolar AS (DXY) yang menyentuh level terendah dalam satu minggu. Pergerakan ini mencerminkan perbaikan sentimen risiko dan adanya potensi de‑eskalasi antara AS dan Iran yang mengurangi permintaan terhadap aset safe‑haven. Meski demikian, risiko di Selat Hormuz tetap membayang, menjaga volatilitas tetap tinggi pada beberapa segmen pasar.
Di saat penulisan, pasangan diperdagangkan sekitar 1.3891, berusaha menarik diri dari level tertinggi sejak Desember 2025. Data ekonomi AS yang lebih kuat ternyata tidak secara signifikan mengangkat DXY, sehingga fokus pasar tetap berada pada dinamika dolar. Sementara itu, PMI manufaktur Kanada menunjukkan tanda stagnasi mendekati batas 50,0, menambah tekanan pada mata uang Kanada meski harga minyak terlihat bergejolak.
Kejadian geopolitik tetap menjadi faktor kunci. Isu-isu perdagangan antara AS dan Iran membentuk sentimen risiko global, meskipun ada upaya de‑eskalasi. Rencana komentar pejabat dan pernyataan terkait jalur pasokan minyak menambah peluang volatilitas pada pasangan ini.
Dari sisi teknikal, pergerakan harga menunjukkan bahwa DXY berada di sekitar level rendah dan USD/CAD bisa melanjutkan pelemahan jika tekanan dolar berlanjut. Level sekitar 1.3891 menjadi acuan utama saat ini; jika tekanan dolar mereda lebih lanjut, CAD berpotensi menguat dan mendorong pasangan turun lebih lanjut. Peluang trading muncul terutama jika faktor minyak dan bias kebijakan moneter AS tidak berubah arah secara signifikan.
Strategi yang konsisten mengedepankan manajemen risiko dengan target profit relatif pada 1.3800–1.3810 dan stop loss di sekitar 1.3950. Rasio risiko/imbalan mendekati 1:1,5 jika target bisa tercapai sesuai ekspektasi pasar. Investor perlu memonitor pergerakan minyak dan komentar bank sentral karena keduanya bisa menjadi pemicu pembalikan arah.
Kesimpulan utamanya adalah bahwa kebijakan moneter AS yang masih netral dan lemahnya DXY memberi ruang bagi USD/CAD untuk bergerak turun lebih lanjut. Namun, dinamika geopolitik dan harga minyak tetap menjadi faktor penentu utama arah pasangan ini dalam beberapa sesi ke depan. Disarankan para trader untuk mengikuti berita risiko dan menggunakan manajemen risiko yang ketat pada perdagangan pair ini.