Analisis ini disusun oleh tim Cetro Trading Insight. Lynn Song dan Min Joo Kang dari ING Economics menilai CPI Februari China akan rebound menjadi sekitar 1,0% secara tahunan. Mereka menekankan bahwa efek musiman Tahun Baru Imlek mendorong kenaikan biaya hidup pada periode pelaporan.
Kenaikan ini kemungkinan didorong oleh lonjakan harga makanan dan transportasi terkait libur nasional. Namun para analis menegaskan bahwa tekanan inflasi inti mungkin tetap terkendali jika faktor musiman mereda di bulan-bulan berikutnya.
Di sisi lain, mereka menilai data perdagangan China untuk dua bulan pertama tahun ini menunjukkan kinerja yang lebih kuat, dengan ekspor diperkirakan tumbuh 9,3% dan impor sekitar 8,5% YoY, menghasilkan surplus sekitar 188,1 miliar dolar.
Dari segi permintaan eksternal, PMI menunjukkan penyelarasan antara indikator dan pasar. Perbedaan tren antar indikator menunjukkan bahwa permintaan luar negeri tetap resilient meski ada ketidakpastian global.
Proyeksi untuk dua bulan pertama menempatkan ekspor 9,3% YoY dan impor 8,5% YoY, menciptakan surplus perdagangan yang signifikan dan menegaskan peran China sebagai motor perdagangan regional.
Surplus sekitar 188,1 miliar dolar menandakan fundamental eksternal yang tetap kuat, menunjukkan bahwa kinerja luar negeri China mampu bertahan meski tantangan global terus hadir.
Implikasi bagi pasar keuangan adalah bahwa perubahan CPI dan dinamika perdagangan dapat menggerakkan sentimen risiko terhadap yuan, obligasi, dan aset berisiko terkait inflasi.
Di sisi kebijakan, otoritas moneter China kemungkinan akan menimbang antara menjaga likuiditas agar aktivitas ekonomi tetap kuat dan meredam tekanan inflasi jangka pendek yang muncul karena dampak musiman Imlek.
Penutupan laporan ini dari Cetro Trading Insight menekankan pentingnya memantau data Maret terkait harga minyak dan PMI global untuk menilai dampak berkelanjutan. Investor disarankan menjaga keseimbangan antara risiko dan peluang dalam kerangka fundamental.