Cetro Trading Insight melaporkan bahwa dinamika pasar pada Jumat ini menunjukkan tekanan besar pada indeks Amerika. Konflik antara AS-Israel dengan Iran memicu gangguan pasokan minyak dan memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi. Para pelaku pasar menilai bahwa risiko geopolitik menjadi penentu arah jangka pendek bagi indeks utama.
Penutupan sesi menunjukkan tekanan signifikan. Indeks S&P 500 turun 1,4% menjadi 6.738,15 poin, NASDAQ Composite turun 1,6% menjadi 22.387,68 poin, dan Dow Jones turun sekitar 1% menjadi 47.501,55 poin. Pergerakan ini memperpanjang volatilitas yang terlihat sepanjang pekan.
Kepala strategi di Interactive Brokers, Steve Sosnick, menyatakan bahwa arus berita menempatkan pasar dalam mood berhati-hati. Ia menyoroti pembelian pada penurunan sebagai dinamika yang terlihat jelas ketika investor mencoba memanfaatkan peluang turun untuk membangun posisi. Fenomena ini, menurutnya, bisa menjadi sinyal bahwa pembeli tetap dominan meski risiko geopolitik tinggi.
Laporan penggajian non-pertanian pada Februari menambah kekhawatiran terhadap kesehatan pasar tenaga kerja. Secara mengejutkan, Amerika Serikat kehilangan 92 ribu pekerjaan bulan lalu, sementara para ekonom memperkirakan tambahan sekitar 58 ribu pekerjaan. Data ini memperumit prospek kebijakan moneter, karena pasar kerja tetap berada di zona perekrutan rendah dan pemecatan rendah.
Tingkat pengangguran naik menjadi 4,4 persen, menambah beban bagi Federal Reserve dalam menilai jalur pengetatan. Alat CME FedWatch menunjukkan bahwa pasar mulai memasukkan kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih cepat, meskipun data pekerjaan yang lemah mungkin juga meningkatkan volatilitas jangka pendek.
Selain data tenaga kerja, laporan penjualan ritel Januari juga dirilis. Penurunan utama 0,2 persen secara bulanan cukup rendah dari ekspektasi, sementara komponen inti datar. Hasil ini menambah tekanan pada inflasi dan memperkuat tingkat keraguan terhadap kemampuan The Fed untuk mengendalikan laju harga tanpa menekan pertumbuhan ekonomi.
Meski indeks utama ekuitas AS turun, tanda-tanda pembelian kembali muncul saat SPX sempat menguji level support sekitar 6.715. Para pelaku pasar menilai bahwa level tersebut adalah bagian dari pola rebound yang umum terjadi setelah penurunan tajam. saat ini fokus investor adalah bagaimana sentimen akan bertahan menjelang akhir pekan.
Para analis menilai bahwa gesekan geopolitik dan biaya energi yang lebih tinggi bisa membebani margin perusahaan dan belanja konsumen dalam jangka pendek. Namun ada narasi bahwa pembelian pada saat koreksi bisa mendorong reli jika ketegangan mereda atau rencana diplomatik baru muncul, meski keraguan tetap tinggi.
Dengan latar belakang data kerja dan harga minyak, para pelaku pasar menilai potensi langkah kebijakan The Fed. Beberapa analis menilai bahwa pasar akan lebih cenderung melihat pemangkasan suku bunga jika stabilitas pasar membaik, namun jalur kebijakan tetap bergantung pada data inflasi dan tenaga kerja berikutnya. Kebijakan yang berhati-hati tetap menjadi inti strategi investor.