USD/KRW Gagal Menembus High Juni; Tekanan Arahkan ke 200-DMA dan Garis Tren Naik

trading sekarang

Lini teknis yang dipantau menunjukkan USD/KRW gagal menembus level tertinggi Juni sekitar 1.561 pada upaya kedua. Hal ini memicu penurunan yang lebih dalam menuju area rata-rata pergerakan 200 hari. Saat ini pasangan mata uang tersebut sedang menguji MA 200-DMA yang berfungsi sebagai patokan dinamis jangka pendek.

Garis MA 200-DMA telah berfungsi sebagai support dinamis pada pullback sebelumnya, misalnya pada Februari dan Mei. Reaksi harga di sekitar MA tersebut mencerminkan tantangan bagi tren turun jangka pendek. Situasi teknikal ini menuntut kehati-hatian bagi pelaku pasar sambil menantikan konfirmasi arah.

Garis tren naik multi-bulan berada sekitar 1.464/1.461 menjadi level kunci berikutnya. Jika zona ini mampu menahan tekanan, peluang rebound bisa muncul. Namun, kejayaan di zona ini belum menjamin pembalikan tren karena faktor teknis lain bisa membatasi pergerakan ke atas.

Jika zona 1.464/1.461 berhasil menahan tekanan, ada peluang rebound menuju area sekitar 1.491. Pivot high di 1.491 berperan sebagai hambatan teknikal utama yang bisa membatasi aksi kenaikan. Kondisi ini menandai bahwa pergerakan menuju atas memerlukan konfirmasi momentum indikator teknikal sebelum pelaku pasar mengambil posisi.

Jika momentum tidak kuat, pergerakan ke atas bisa gagal menembus 1.491 dan tekanan penurunan tetap relevan. Pelaku pasar cenderung menunggu sinyal konfirmasi tambahan sebelum menentukan arah posisi di pasar valuta asing.

Kegagalan menembus 1.491 dapat meningkatkan risiko penurunan lebih lanjut menuju support berikutnya. Dalam konteks teknikal, pergerakan turun lebih lanjut bisa memperluas tekanan pada USD terhadap KRW dalam kerangka waktu menengah.

banner footer