Danske Research Ubah Ekspektasi Fed: Dua Pemotongan 25bp pada Juni dan September 2026-2027

Danske Research Ubah Ekspektasi Fed: Dua Pemotongan 25bp pada Juni dan September 2026-2027

trading sekarang

Danske Research telah menimbang ulang pandangan mengenai kebijakan The Fed. Mereka kini memprediksi dua potongan 25 basis poin pada Juni dan September, menggantikan rencana sebelumnya di Maret dan Juni. Mereka juga memperkirakan suku bunga kebijakan tetap di level 3,00-3,25% sepanjang 2026-2027. Analisis ini menekankan bahwa pelonggaran upah, inflasi perumahan, dan risiko konsumsi menjadi faktor pendorong untuk kebijakan pelonggaran di musim panas.

Penyesuaian ini tidak menghapus kekhawatiran mengenai dinamika tenaga kerja AS. Meskipun laporan ketenagakerjaan Januari yang kuat mengurangi kebutuhan pelonggaran dalam waktu dekat, tim Danske tetap melihat peluang bagi Fed untuk melanjutkan pemotongan suku bunga di musim panas. Mereka menekankan bahwa faktor-faktor seperti pelonggaran upah dan tekanan inflasi perumahan masih bisa menggeser jalur kebijakan ke arah pemangkasan.

Menaati rencana yang baru, analis menilai bahwa penurunan upah dan inflasi perumahan serta risiko konsumsi privat yang lebih rendah bisa menambah landasan untuk potongan suku bunga. Ketika Kevin Warsh memimpin pertemuan pertama sebagai ketua Fed pada Juni, momentum untuk pemangkasan bisa meningkat. Secara keseluruhan, narasi diminati dengan berharap perlambatan pertumbuhan harga tenaga kerja akan memperkuat prospek pelonggaran.

Implikasi utama bagi pasar ialah potensi pelemahan dolar jika jalur pemotongan disepakati secara lebih nyata. Dengan prospek suku bunga jangka pendek Fed yang menahan di 3,00-3,25% dan ekspektasi pemotongan di musim panas, aset berisiko seperti saham dan komoditas bisa mendapat dukungan. Para investor menilai bahwa peluang suku bunga yang lebih rendah akan mengundang aliran modal ke ekuitas global dan pasar untuk menimbang ulang proyeksi imbal hasil.

Investor juga perlu memantau bagaimana kebijakan bank sentral lain merespons dinamika ini. Kondisi pasar tenaga kerja AS yang lebih seimbang bisa memperkaya argumen bahwa likuiditas global bergeser menuju aset berisiko. Dalam konteks itu, portofolio perlu mengadopsi diversifikasi lebih kuat dan manajemen risiko yang lebih ketat untuk menghadapi ketidakpastian makro.

Untuk pedagang yang mencari peluang, pendekatan terhadap dolar bisa lebih hati-hati. Karena sinyal kebijakan terlihat seimbang, konfirmasi data ekonomi berikutnya menjadi kunci. Fokus analisis tetap pada jalur pemotongan dan bagaimana itu terefleksi pada imbal hasil jangka menengah untuk memandu penyesuaian posisi.

Artikel ini diproduksi oleh Cetro Trading Insight dan disusun dengan bantuan alat kecerdasan buatan yang kemudian diperiksa editor.

broker terbaik indonesia