EUR/USD berada di level rendah mingguan baru setelah ditutup negatif kemarin, tepat di bawah 1.1850. Titik teknikal jangka pendek menunjukkan tekanan bearish yang meningkat secara bertahap. Pada grafik 4 jam, pasangan diperdagangkan sekitar 1.1835 dengan RSI 37, menandai momentum penurunan yang masih relevan.
Retracement 38.2% dari rentang 1.1590–1.2025 berada di 1.1859 dan saat ini membatasi upaya rebound. Moving average 20 periode di sekitar 1.1863 menambah tekanan di area resistance utama. Support terdekat berada di 1.1808, dan jika ditembus, tujuan berikutnya bisa berada di sekitar 1.1775 pada 200-SMA.
Reaksi pasar cenderung terfragmentasi menjelang data utama. Kondisi risiko-avoiding environment mendukung gerak dolar sebagai aset safe-haven, sehingga EUR/USD bisa lanjut melemah jika sentimen masih sama. Oleh karena itu, skenario teknikal saat ini lebih condong ke arah melanjutkan penurunan hingga level kunci berikutnya jika level 1.1808 ditembus.
Kalender ekonomi minggu ini relatif tenang dalam hal data berpengaruh tinggi, sehingga pergerakan EUR/USD lebih dipicu oleh dinamika risiko global dan arah dolar AS. Meski begitu, suasana risk-off tetap ada di pasar, terutama karena penantian investor terhadap data yang akan dirilis. Investor juga memantau perkembangan kebijakan moneter dan komentar otoritas bank sentral.
ZEW Economic Sentiment untuk Jerman dan zona euro akan diawasi ketat; kejutan negatif bisa menekan EUR lebih lanjut, sedangkan kejutan positif bisa menawarkan dukungan sementara. Sementara itu, pasar juga merespon Empire State Manufacturing Survey untuk Februari yang dirilis oleh Federal Reserve New York, memperkaya gambaran aktivitas ekonomi AS.
Selain itu, kalender AS menampilkan Durable Goods Orders Desember dan Housing Starts November, diikuti notulen rapat kebijakan Fed Januari. Reaksi terhadap rilis tersebut cenderung singkat jika momentum teknikal tidak mendukung perubahan arah utama. Analis menyarankan fokus pada konfirmasi teknikal terlebih dahulu.