Data Konsumen dan Bisnis Australia Menurun setelah Kenaikan Suku Bunga: Analisis Dampak pada AUDUSD

Data Konsumen dan Bisnis Australia Menurun setelah Kenaikan Suku Bunga: Analisis Dampak pada AUDUSD

trading sekarang

TD Securities mengutip analisis bahwa sentimen konsumen di Australia melemah. Laporan Westpac Consumer Sentiment untuk Februari menunjukkan penurunan untuk bulan ketiga berturut-turut setelah kenaikan suku bunga Bank Reserve Bank of Australia (RBA) pekan lalu. Banyak responden memperkirakan suku bunga akan lebih tinggi di masa mendatang. Sekitar sepertiga responden menyatakan ekspektasi kenaikan hingga 100 basis poin. Meski momentum melemah, para analis menilai reaksi RBA tidak terlalu reseptif pada data ini.

Survei menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai lingkungan suku bunga yang lebih tinggi akan berlanjut. Sekitar 80 persen responden memperkirakan tekanan kebijakan moneter ke depan, dengan pandangan bahwa suku bunga akan tetap lebih tinggi untuk periode yang cukup lama. Data ini menambah gambaran bahwa pasar tenaga kerja dan inflasi tetap menjadi fokus utama kebijakan moneter.

Dalam konteks pasar valuta asing, langkah RBA dalam menahan diri pada data ini menambah keprihatinan bahwa AUD mungkin tidak menguat meskipun pasar kerja terlihat kuat. Analisis fundamental menandaskan bahwa posisi AUD bergantung pada kejutan data berikutnya dan persepsi atas arah kebijakan RBA. Media kami, Cetro Trading Insight, akan terus memantau perkembangan kebijakan dan data domestik untuk sinyal lebih lanjut.

Survei NAB Business menunjukkan pelonggaran kondisi bisnis dan tekanan harga melambat. Indikator kondisi bisnis naik tipis, namun masih menunjukkan perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu, kapasitas utilisasi tetap di atas rata-rata jangka panjang, menandakan kapasitas produksi masih cukup tinggi.

Tekanan harga juga berkurang. Biaya tenaga kerja turun menjadi 1.3 persen dibandingkan 1.7 persen sebelumnya, biaya pembelian turun 1.1 persen dari 1.3 persen, dan harga produk akhir turun menjadi 0.5 persen dari 0.8 persen. Perbaikan ini mengindikasikan potensi pelonggaran inflasi input bagi produsen dan bisnis di sepanjang rantai pasokan.

Di sisi lain, kepercayaan bisnis menunjukkan peningkatan; indeks kepercayaan naik dari +2 menjadi +3. Kondisi bisnis membaik meski terlihat ada perbaikan dalam pesanan masuk di masa depan; pesanan forward naik dari -1 menjadi +2. Meskipun survei ini mencerminkan keadaan sebelum kenaikan RBA pekan lalu, tren dasar menunjukkan dinamika yang tidak terlalu masif.

Secara kebijakan, data ini mendukung pandangan bahwa RBA cenderung tidak bereaksi agresif terhadap laporan minggu terakhir. Meskipun sentimen konsumen menunjukkan tekanan, pembuat kebijakan tampak melihat data ini sebagai bagian dari deretan indikator yang perlu dianalisis lebih lanjut. Keputusan selanjutnya tetap bergantung pada perkembangan inflasi dan pasar tenaga kerja Australia secara real time.

Bagi pasar modal dan forex, data ini menegaskan peluang bagi investor untuk mengamati pergerakan AUD terhadap mata uang utama. Sinyal jangka pendek lebih cenderung netral karena kekuatan data yang bervariasi dan ekspektasi kebijakan yang tetap hati-hati. Analisis teknikal tetap relevan untuk melihat titik entry exit pada pasangan volatil seperti AUDUSD.

Para pembaca Cetro Trading Insight disarankan menilai risiko terhadap pergeseran kebijakan dan faktor global yang bisa mempengaruhi AUD. Data ini menambah bukti bahwa pergerakan pasangan mata uang akan sangat bergantung pada kejutan data berikutnya dan komentar kebijakan bank sentral. Tim kami akan terus menyediakan analisis berkelanjutan untuk membantu pengambilan keputusan trading yang lebih terinformasi.

broker terbaik indonesia