Debasemen USD Dorong Emas: Permintaan Ritel Mendominasi Pasar Sambil Putusan MA AS Menanti

Debasemen USD Dorong Emas: Permintaan Ritel Mendominasi Pasar Sambil Putusan MA AS Menanti

Signal XAU/USDBUY
Open2000
TP2080
SL1950
trading sekarang

Menurut Daniel Ghali, Senior Commodity Strategist TD Securities, kekhawatiran atas debasemen USD lebih dominan sebagai pendorong harga emas ketimbang laju pertumbuhan pasokan uang. Narasi ini memicu persepsi risiko terhadap mata uang utama dunia dan mendorong investor untuk mencari pelindung nilai yang lebih andal. Akibatnya, arus masuk ke logam mulia meningkat meski faktor fundamental pasokan tidak menunjukkan tekanan besar. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca awam yang ingin memahami dinamika pasar secara menyeluruh.

Ghali juga menyoroti lonjakan permintaan ritel untuk emas fisik, yang kini melampaui pembelian di sektor resmi. Permintaan dari kalangan ritel telah menjadi kekuatan pendorong utama di pasar bullion, mendukung pergerakan harga ke atas. Fenomena ini membuat dinamika pasar emas lebih ditentukan oleh perilaku konsumen daripada aliran masuk institusional.

Narasi debasemen telah membawa emas keluar dari pinggiran pasar, meski kepercayaan terhadap institusi AS belum sepenuhnya retak. ETF emas terpopuler menggambarkan kepemilikan yang menguat secara signifikan, menandakan minat risiko geopolitik yang meningkat. Para analis menilai bahwa kepercayaan terhadap institusi, meski menurun, belum mengalami keretakan permanen; keputusan Mahkamah Agung AS yang akan datang bisa mengubah dinamika ini lebih lanjut.

Analisis menunjukkan bahwa dorongan utama pasar kini berasal dari permintaan ritel yang kuat, bukan hanya reaksi terhadap kebijakan moneter. Pelaku pasar menyimak perubahan perilaku investor yang lebih aktif membeli emas sebagai perlindungan terhadap volatilitas dolar dan ketidakpastian geopolitik. Kondisi semacam ini membuat pergeseran kekuatan pasar terlihat jelas pada harga spot dan produk bullion.

Data menunjukkan bahwa permintaan bullion dari ritel sekitar 80% lebih tinggi pada kuartal terakhir dibandingkan pembelian oleh bank sentral, dana kekayaan negara, dan institusi resmi lainnya secara gabungan. Hal ini menegaskan pergeseran utama dalam peta permintaan logam mulia. Dengan demikian, emas menjadi kurator risiko bagi rumah-rumah produksi dan investor ritel secara luas.

Seiring peningkatan posisi ritel, kepercayaan terhadap institusi AS juga mengubah arah wacana pasar. Para analis memandang bahwa isu independensi bank sentral dan kebijakan perdagangan geopolitik, seperti rencana penerapan tarif terkait IEEPA, dapat membentuk arah harga emas dalam beberapa kuartal ke depan. Narasi debasemen dan kepercayaan institusi berpotensi saling memperkuat tekanan pada pasar.

Keputusan Mahkamah Agung AS yang akan datang diperkirakan memainkan peran penting bagi narasi risiko geopolitik dan dinamika harga emas. Pasar menimbang bagaimana putusan tersebut mempengaruhi kebijakan perdagangan, perlindungan terhadap inventori nasional, dan persepsi kebijakan fiskal. Faktor hukum ini bisa menjadi katalis bagi pergeseran arah dalam beberapa hari atau minggu ke depan.

Kasus Lisa Cook dan isu independensi bank sentral menjadi faktor kunci untuk stabilitas pasar. Beberapa analis menilai bahwa keputusan terkait independensi bank sentral AS akan menambah bobot pada narasi keamanan aset safe haven. Dalam konteks ini, emas tetap menjadi pilihan bagi investor yang ingin menautkan eksposur mereka pada perlindungan nilai jangka menengah.

Berdasarkan analisis positioning pasar, peluang untuk kenaikan harga emas cukup signifikan bila narasi debasemen USD berlanjut dan permintaan ritel tetap kuat. Rekomendasi manajemen risiko menekankan penentuan level stop loss yang moderat dan batas risiko reward minimal 1:1.5 guna menjaga posisi saat volatilitas meningkat. Secara keseluruhan, skema ini mengasumsikan peluang positif bagi pembeli emas jika kondisi fundamental masih mendukung narasi yang ada.

broker terbaik indonesia