Deregulasi Basel III Dinilai Dorong Lebar Swap Spreads di Pasar Treasuries dan Repo

trading sekarang

Gennadiy Goldberg, Molly Brooks, dan Jan Nevruzi dari TD Securities menilai bahwa rencana Basel III akhir permainan serta perubahan modal perbankan AS pada akhirnya dapat mendorong spread swap yang lebih lebar. Mereka menilai deregulasi yang diantisipasi akan menurunkan kebutuhan modal bagi bank-bank besar sistemik dan bank-bank kecil, sehingga kapasitas neraca meningkat. Hal ini diperkirakan akan meningkatkan likuiditas di pasar Treasuries dan operasi repo meskipun volatilitas geopolitik yang masih ada.

menurut analisis mereka, langkah deregulasi diperkirakan memberi dorongan pelebaran spread swap setelah para pelaku pasar fokus kembali pada kapasitas neraca dan easing regulasi. Sinyal volatilitas geopolitik sebelumnya telah menyebabkan perubahan arah pada spreads, namun tren deregulation diyakini akan mendukung pelebaran jangka panjang di pasar terkait.

Analis memperkirakan kebutuhan modal menurun sekitar 7,8% untuk bank kecil dan 4,8% untuk GSIBs, sehingga lebih banyak modal dapat dialokasikan ke aktivitas lain. Sebagian dari tambahan kapasitas ini diperkirakan akan mengalir ke pasar Treasury dan aktivitas repo. Selain itu, proposal untuk melonggarkan aturan LCR dan ILST juga disebut-sebut sebagai pendorong tambahan bagi pelebaran spread swap. Laporan ini diproduksi dengan dukungan alat AI dan telah direview oleh editor untuk publikasi.

Mereka menyoroti bahwa proposal relieft LCR dan ILST di beberapa bulan mendatang dapat mengurangi tekanan modal, memberi bank ruang untuk meningkatkan likuiditas, dan mendukung likuiditas pasar Treasuries. Dengan alokasi modal yang lebih fleksibel, kapasitas neraca diperkirakan meningkat secara keseluruhan, membuka jalan bagi pelebaran spread swap khususnya di ujung kurva panjang. Efek kumulatif dari perubahan ini diharapkan menambah likuiditas dan mendukung volatilitas yang lebih sehat bagi pasar terkait.

Selain itu, dampak regulasi baru diperkirakan akan mendorong bank untuk meningkatkan ekspansi ke instrumen likuiditas asing dan operasi repo, sehingga spreads dapat mengarah pada pelebaran yang berkelanjutan. Meski demikian, beberapa pengaruh geopolitik masih menjadi faktor utama dalam perkembangan jangka pendek. Ke depannya, pergeseran fokus pada kapasitas neraca dan relief regulasi diperkirakan memperkuat potensi pelebaran spreads secara lebih luas.

Analisis ini menekankan bahwa kinerja pasar akan sangat tergantung pada bagaimana bank menyesuaikan alokasi modal mereka dan bagaimana regulator menyeimbangkan kebutuhan likuiditas dengan risiko sistemik. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya mengikuti arah kebijakan dan dinamika pasar dalam beberapa kuartal mendatang untuk menilai arah pergerakan spread secara lebih akurat.

Riset menunjukkan swap spreads telah mengalami pengetatan baru-baru ini akibat volatilitas geopolitik dan likuiditas Treasury yang memburuk disertai perubahan ekspektasi pemotongan suku bunga. Perubahan tekanan ini menciptakan dinamika yang perlu dipantau oleh investor dan pembuat pasar untuk memahami potensi risiko dan peluang di pasar tersebut. Kondisi ini juga mempengaruhi keputusan alokasi modal pada instrumen terkait dengan likuiditas Treasury dan pasar repo.

Para analis memproyeksikan geopolitik akan tetap menjadi faktor utama penggerak dalam waktu dekat, meskipun sinyal deregulation dapat mendorong pelebaran spread swap di ujung panjang kurva. Fokus pasar pada kapasitas neraca dan relief regulasi diproyeksikan menjadi katalis positif bagi pergerakan spreads jangka menengah hingga panjang. Investor disarankan menjaga ekspektasi risiko sambil memantau arah kebijakan yang akan mempengaruhi likuiditas dan biaya pembiayaan.

Di sisi lain, kapasitas neraca yang lebih besar dan peningkatan fleksibilitas regulasi diperkirakan mendorong bank untuk menanam modal lebih banyak pada pasar Treasury dan aktivitas repo. Hal ini diperkirakan meningkatkan likuiditas pasar secara keseluruhan serta berpotensi memperluas swap spreads secara berkelanjutan. Laporan ini menekankan perlunya pemantauan kontekstual terhadap dinamika kebijakan dan kondisi geopolitik untuk menginterpretasikan pergerakan spread secara akurat.

broker terbaik indonesia