Tim Strategi Global TD Securities menyampaikan bahwa ketegangan geopolitik terkini serta pelemahan lelang AS 3-tahun mendorong imbal hasil Treasury lebih tinggi. Fokus investor kini beralih ke rilis CPI Februari untuk melihat arah kebijakan moneter selanjutnya. Di tengah dinamika minyak dan risiko geopolitik di sekitar Selat Hormuz, volatilitas pasar energi meningkat dan volatilitas yield turut membesar.
Analisis juga menyoroti bahwa disrupsi pada laju inflasi inti bisa menjadi penentu arah pasar. Core CPI diperkirakan melambat sedikit secara bulanan namun tetap berada pada tingkat yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ketidakpastian terkait apakah disinflasi pada sektor jasa akan terakumulasi sepenuhnya menambah unsur risiko dalam proyeksi inflasi jangka menengah.
Dalam gambaran teknis, para analis melihat peluang bahwa rilis CPI mendekati konsensus akan menahan volatilitas, sementara angka yang lebih kuat dari prediksi bisa mengundang perhatian lebih pada inflasi secara umum terlepas dari dampak konflik Iran. Proyeksi ini juga mempertimbangkan reaksi pasar terhadap pembelian kembali obligasi 10 tahun sebagai bagian dari dinamika pembukaan pasar pasca lelang 3-tahun yang lemah. TD Securities menekankan bahwa volatilitas tetap menjadi faktor utama sepanjang minggu ini, dan investor disarankan memperhatikan sinyal inflasi inti dan risiko geopolitik.
Rilis CPI pada hari Rabu menjadi fokus utama pasar, dengan ekspektasi mendekati konsensus. Secara umum, pasar diproyeksikan memberi respons asimetris: jika angka lebih lemah dari ekspektasi, reaksi cenderung terbatas karena risiko minyak mentah yang tetap tinggi; sebaliknya angka yang lebih kuat bisa mengalihkan perhatian ke kekuatan inflasi inti meskipun konflik di Iran menjadi faktor pendukung.
Proyeksi menunjukkan core CPI m/m sekitar 0.23 persen pada Februari dan headline CPI sekitar 0.25 persen. Untuk YoY, core CPI diperkirakan sekitar 2.5 persen sedangkan total CPI mandi di kisaran 2.4 persen. Risiko skor proyeksi lebih condong ke sisi atas jika disinflasi pada sektor jasa tidak terealisasi sepenuhnya.
Menelusuri data CPI NSA, proyeksi CPI NSA diperkirakan 326.762 versus harga pasar sekitar 326.740; perbedaan kecil ini menambah gambaran bahwa arus likuiditas tetap mendukung pergerakan pasar secara moderat. Secara umum, fundamental menyiratkan bahwa volatilitas risiko geopolitik serta dinamika kebijakan moneter tetap menjadi faktor dominan bagi pasangan mata uang dan berbagai aset risiko lainnya. Cetro Trading Insight akan terus memantau rilis data berikutnya dan membagikan pembaruan analisis secara berkala.