Analisis para analis Societe Generale menunjukkan bahwa ekspansi kepemilikan emas oleh Tether telah menjadi kekuatan baru di pasar logam mulia. Mereka menyoroti bahwa aliran dana dari Tether dapat menyaingi atau bahkan melebihi aliran dana dari ETF serta beberapa bank sentral. Pada Q4 2025, Tether merilis angka emas yang diaudit dengan satu bulan keterlambatan dan aliran masuk tetap sangat kuat.
Pada kuartal terakhir, akumulasi emas milik Tether mencapai 125 ton, sebuah angka yang jika dihitung menurut World Gold Council dapat menempatkan Tether pada posisi ke-36 sebagai pemegang emas terbesar di dunia meski sebagai penerbit aset digital ia bukan bagian dari sektor resmi. Penilaian tersebut menyoroti peran Tether yang berkembang pesat dalam dinamika pasar emas global. Secara eksplisit, data menunjukkan bahwa inflow Tether untuk Q4 2025 adalah bagian penting dari lanskap kepemilikan emas non-bank.
Kenaikan kepemilikan ini menandai bagaimana Tether dengan cepat menjadi aktor penting di pasar emas global, bukan sekadar penerbit aset digital. Laporan ini menekankan bahwa kehadiran Tether menambah dimensi baru pada likuiditas dan price discovery emas. Hal ini juga menggarisbawahi bahwa Tether beroperasi di luar kerangka ETF tradisional meski volumenya setara dengan beberapa instrumen tersebut.
Para analis menilai bahwa arus masuk Tether ke pasar emas dapat menyaingi arus di ETF dan bahkan beberapa bank sentral, sehingga berpotensi mempengaruhi dinamika harga dan volatilitas. Pada saat yang sama, ukuran aliran tersebut menambah bobot likuiditas bagi peserta pasar yang memiliki akses terhadap produk Tether. Efeknya, harga emas bisa bereaksi terhadap kejutan aliran dana digital yang tidak selalu sejalan dengan data fundamental tradisional.
Namun ada catatan penting: Tether bukan ETF resmi dan tidak tergantung pada mekanisme likuiditas ETF konvensional. Hal ini menambah lapisan risiko terkait transparansi kepemilikan dan akuntabilitas. Regulasi yang berkembang di sektor aset digital juga bisa mempengaruhi bagaimana aliran Tether ke emas berpotensi membentuk harga di masa mendatang.
Jika arus masuk terus tumbuh, likuiditas pasar dapat berubah secara signifikan dengan volatilitas yang merefleksikan dinamika aliran uang digital. Interaksi antara aliran Tether, persepsi risiko investor, dan kebijakan moneter global akan menguji stabilitas mekanisme harga emas. Investor disarankan memantau pembaruan audit dan laporan kepemilikan untuk memahami potensi perubahan arah pasar.
Untuk investor, pengamatan ketat terhadap perkembangan kepemilikan emas Tether bisa menjadi bagian penting dari manajemen risiko. Disarankan memonitor laporan audit, riwayat aliran masuk, dan perubahan struktur kepemilikan emas milik Tether sebagai indikator dinamika pasar. Pembacaan data historis mengenai kepemilikan Tether juga membantu memetakan arah risiko dan peluang bagi portofolio berbasis komoditas.
Dari sisi strategi, pendekatan saat ini sebaiknya mengombinasikan pandangan jangka panjang dengan pemantauan indikator likuiditas alternatif. Investor perlu memperhatikan kepastian regulasi dan potensi perubahan likuiditas yang dapat memengaruhi biaya kesempatan. Mengandalkan satu sumber likuiditas dapat meningkatkan risiko portofolio pada kondisi pasar yang berubah cepat.
Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight, dengan fokus pada analisis kebijakan, volatilitas, dan peluang di pasar global. Tujuan utama adalah memberikan gambaran yang jelas bagi pembaca awam tanpa mengorbankan kedalaman analisis. Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan dapat membantu pembaca membuat keputusan investasi yang lebih bijak.