Dividen Tunai Final USD 70 Juta Disetujui BSSR Pasca RUPST 2026: Total Distribusi 2025 Capai USD 125 Juta

Dividen Tunai Final USD 70 Juta Disetujui BSSR Pasca RUPST 2026: Total Distribusi 2025 Capai USD 125 Juta

trading sekarang

Cetro melihat keputusan RUPST BSSR untuk membagikan dividen tunai final sebesar USD 70 juta sebagai sinyal kuat bahwa perusahaan mampu menjaga arus kas meski tantangan sektor menantang. Langkah ini juga mencerminkan fokus perusahaan pada pemegang saham jangka menengah dan stabilitas pembayaran dividen. Dengan demikian, investor mendapatkan gambaran jelas mengenai aliran kas dan komitmen likuiditas perusahaan.

Total dividen untuk Tahun Buku 2025 menjadi USD125 juta, setara sekitar Rp2,27 triliun. Berdasarkan kurs BI pada 9 Juni 2026 sebesar Rp18.171 per USD, nilai final dividen mencapai Rp1,27 triliun atau sekitar Rp486,13 per lembar saham. Pembayaran dividen final dijadwalkan pada 8 Juli 2026.

Sebelumnya, BSSR telah membayar dividen interim USD35 juta pada 21 November 2025 (setara Rp581,97 miliar, Rp222,59 per saham) dan dividen interim kedua USD20 juta pada 15 Januari 2026 (Rp333,38 miliar, Rp127,41 per saham).

Rasio pembayaran dividen (payout ratio) mencapai 148,8% terhadap laba bersih 2025 sebesar USD83,98 juta, artinya perusahaan menyalurkan sebagian besar laba sebagai pembayaran tunai. Meski menyiratkan keuangan yang kuat, hal ini juga menimbulkan pertanyaan terkait ruang bagi reinvestasi dan pertumbuhan ke depan.

Per 31 Desember 2025, saldo laba belum ditentukan penggunaan sebesar USD196,81 juta, memberikan fleksibilitas bagi BSSR untuk membangun cadangan atau membiayai proyek baru. Tingginya alokasi dividen dapat memengaruhi rencana ekspansi jika tidak diimbangi oleh arus kas operasional yang memadai.

Distribusi juga menyoroti komposisi kepemilikan: Wahana Sentosa Cemerlang menjadi penerima terbesar dengan sekitar Rp635,99 miliar, disusul Tata Power International Rp330,71 miliar, dan GS Energy Rp128,89 miliar. Kepemilikan publik di bawah 5% menerima sekitar Rp117,77 miliar, sementara GS Global Resources yang menguasai 5% saham memperoleh sekitar Rp63,6 miliar.

Prospek bagi Pemegang Saham dan Pertimbangan Investasi

Bagi pemilik saham, dividen besar yang setara 148,8% laba bersih memberikan potensi imbal hasil yang menarik bagi saat ini. Namun, porsi tunai yang tinggi dapat membatasi peluang reinvestasi perusahaan dan berimbas pada laju pertumbuhan laba jangka panjang.

Tanpa data harga saham dan sinyal teknikal, rekomendasi trading untuk BSSR saat ini tidak bisa ditarik. Oleh karena itu, sinyal yang direkomendasikan untuk pasar adalah 'no' hingga ada bukti pergerakan harga atau indikator teknikal yang jelas.

Cetro Trading Insight akan mengikuti perkembangan terkait penggunaan saldo laba sisa dan rencana dividen di masa depan. Informasi tambahan mengenai kebijakan pembagian laba serta update reguler akan kami sajikan untuk membantu investor membuat keputusan yang terinformasi.

banner footer