USDJPY Stabil di Sekitar 160,10 Sambil Pasar Menimbang Perjanjian AS-Iran dan Ekspektasi Kebijakan Moneter

USDJPY Stabil di Sekitar 160,10 Sambil Pasar Menimbang Perjanjian AS-Iran dan Ekspektasi Kebijakan Moneter

trading sekarang

USD/JPY terpantau melepas kenaikan harian karena jurang suku bunga antara Jepang dan AS tetap lebar. Laju pasangan mata uang ini dipengaruhi oleh pergeseran ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter kedua negara. Pada perdagangan Asia, USDJPY diperdagangkan sekitar 160.10, berupaya menjaga arah meskipun ada tekanan teknikal.

Para pelaku pasar mencermati faktor-faktor fundamental yang membentuk arah jangka pendek. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perubahan imbal hasil obligasi dan perkiraan langkah bank sentral di Jepang. Dengan demikian, volatilitas tetap ada meski level psikologis berada di sekitar dua tingkat utama.

Selain itu, risiko geopolitik dan dinamika kebijakan global menahan pergerakan lebih lanjut. Pasangan ini tetap mendapat dukungan dari jurang suku bunga yang luas antara Jepang dan AS, sehingga upside terbatas namun tetap berada dalam wilayah positif. Laporan harian menunjukkan fokus pada rilis data dan komentar pejabat bank sentral menjelang peristiwa kebijakan yang akan datang.

Penurunan harga minyak ke level dua bulan terendah terjadi seiring pembukaan kembali Selat Hormuz, yang meringankan tekanan inflasi dan beban biaya impor bagi ekonomi berenergi seperti Jepang. Efek ini berpotensi mendukung daya beli dan margin perdagangan negara tersebut dalam jangka pendek. Namun, volatilitas tetap ada karena faktor global yang masih dinamis.

Kesepakatan damai antara AS dan Iran memicu pergeseran ekspektasi kebijakan moneter global, dengan peluang Federal Reserve menahan suku bunga pada Desember meningkat signifikan. Berdasarkan pasar futures, probabilitas hold melonjak menjadi sekitar 47% dari sekitar 28% pekan lalu. Perubahan ini memicu penyesuaian kurs dan aset berisiko secara luas.

Di sisi lain, langkah geopolitik seperti pembaruan sanksi dan potensi tindakan Bank of Japan untuk membatasi inflasi domestik dapat membentuk volatilitas. Pasar memperhatikan kemungkinan BoJ menaikkan suku bunga atau menahan kebijakan, tergantung pada tren inflasi domestik. Secara keseluruhan, kombinasi faktor ini memperkuat profil risiko terhadap USDJPY dan komoditas terkait.

Dikutip oleh Cetro Trading Insight

banner footer