MBMA Buyback Rp1,46 Triliun: Stabilkan Harga Saham dan Nilai Fundamental Merdeka BatteryMaterials

MBMA Buyback Rp1,46 Triliun: Stabilkan Harga Saham dan Nilai Fundamental Merdeka BatteryMaterials

trading sekarang

Pasar saham Indonesia kembali dihebohkan oleh langkah korporasi yang jarang terjadi. PT Merdeka BatteryMaterials Tbk (MBMA) mengumumkan buyback saham hingga Rp1,46 triliun, sebuah sinyal bahwa manajemen ingin menahan volatilitas harga sambil menegaskan nilai fundamental perusahaan. Langkah ini dianggap sebagai upaya strategis untuk menjaga likuiditas dan mencerminkan nilai intrinsik perusahaan di tengah dinamika pasar energi terbarukan.

Menurut prospektus yang dirilis Selasa (16/6/2026), jumlah saham yang akan dibeli kembali mencapai 1,548 miliar lembar. Program ini akan berjalan selama tiga bulan dan berakhir paling lambat pada 16 September 2026, membuka peluang bagi likuiditas pasar MBMA untuk berpeluang kembali menyesuaikan harga. MBMA menegaskan bahwa pembelian kembali saham tidak akan menurunkan pendapatan perseroan dan tidak memiliki dampak material terhadap biaya pembiayaan.

Nilai nominal saham yang dibeli kembali dapat berbeda dari target maksimal tergantung kondisi pasar selama periode pelaksanaan buyback. Setelah proses pembelian, perseroan berencana melakukan pengalihan atas saham treasuri tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku, khususnya POJK Nomor 13 Tahun 2023 dan POJK Nomor 29 Tahun 2023. Hal ini diatur untuk menjaga kepatuhan regulasi dan tata kelola yang transparan.

Seiring dengan langkah buyback, respons pasar terhadap MBMA menunjukkan tanda-tanda optimisme. Pada penutupan perdagangan terakhir, saham MBMA menguat 5,81% menjadi Rp510, dan menguat sekitar 15,91% dalam sepekan, meski kinerja year-to-date masih tertekan dengan turun 27,66%. Pergerakan ini mencerminkan dinamika supply-demand yang didorong oleh ekspektasi terhadap stabilitas harga.

Para analis menilai buyback sebagai langkah yang lebih banyak bersifat fundamental daripada sinyal trading jangka pendek. Manajemen menegaskan bahwa program ini tidak akan mengubah arus kas operasional secara signifikan dan tidak menambah biaya pembiayaan secara material. Dalam konteks tata kelola, buyback dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap akurasi harga dan nilai intrinsik perseroan.

Pelaksanaan setelah buyback juga memerlukan kepatuhan terhadap POJK terkait, termasuk langkah pengalihan saham treasuri. Analisis di Cetro Trading Insight melihat peluang pemulihan nilai saham dalam beberapa kuartal ke depan seiring pembentukan harga yang lebih wajar. Investor disarankan memantau perubahan regulasi dan dinamika pasar modal nasional sebagai bagian dari evaluasi risiko.

banner footer