
Pergerakan futures DJIA menunjukkan pemulihan menuju 49.800 setelah reli yang tertahan pada sesi Kamis. Aktivitas perdagangan Asia dan Eropa berlangsung dalam kisaran sempit di atas 49.600, dengan pelaku pasar berhati-hati sebelum rilis data pekerjaan AS. Ketegangan seputar negosiasi Iran juga menambah dinamika di pasar yang cenderung sensitif terhadap berita makro.
Setelah rilis 12:30 GMT, DJIA futures melonjak mendekati 49.800 sebelum aksi ambil untung membatasi gain. Secara kasbas, DJIA terlihat berada di atas 49.700, sementara S&P 500 naik sekitar 0,4% dan Nasdaq menguat 0,6%. Sementara itu, Russell 2000 melemah lebih dari 1,5%, menunjukkan konsentrasi pada saham megacap yang mendorong reli sejak akhir April.
Deretan data pekerjaan yang kuat dibarengi dengan tanda-tanda perlambatan laju upah menciptakan campuran kebijakan yang ramah bagi kebijakan bank sentral. Nonfarm payrolls (NFP) April sebesar 115 ribu melampaui konsensus 62 ribu, menenangkan kekhawatiran perlambatan. Namun, tingkat pengangguran tetap 4,3% dan laju upah bulanan 0,2% menyeimbangkan risiko tekanan inflasi jangka pendek.
Dari sisi tenaga kerja, NFP 115 ribu mengalahkan ekspektasi, menambah tenaga kerja di pasar nasional. Unemployment rate 4,3% sejalan dengan proyeksi analis. Laju upah bulanan 0,2% + yoy 3,6% menunjukkan dinamika pasar tenaga kerja yang kuat namun tidak mendorong kenaikan inflasi secara signifikan.
Survei University of Michigan menunjukkan sentimen konsumen May turun menjadi 48,2, terendah dalam rezim resesi. Ekspektasi inflasi satu tahun turun ke 4,5% dan lima tahun ke 3,4%, meskipun gambaran ekonomi secara umum tetap tidak jelas. Gambaran ini menambah tekanan untuk kebijakan moneter yang cenderung berhati-hati.
Mata uang utama ini tetap menantikan rilis CPI bulan April sebagai katalis utama minggu depan. Konsensus memperkirakan CPI YoY naik menjadi 3,4% dan MoM meningkat 0,6%, sedangkan inti CPI diperkirakan 0,4% MoM dan 2,6% YoY. Dengan Brent tetap tinggi dan pergerakan di Selat Hormuz yang terbatas, risiko ke sisi atas terlihat lebih besar bagi pasar.
Pasar global memantau respons Iran terhadap proposal perdamaian AS, dengan komentar pejabat AS menandai ekspektasi jawaban pada hari itu. Nada diplomatik yang beragam menciptakan suasana tegang di sekitar negosiasi, meskipun beberapa sinyal optimisme visibel pada harga ekuitas. Sambil itu, serangan udara dan intercept misil di wilayah dekat Teluk memperkuat kekhawatiran tentang eskalasi.
Iran menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan, menilai tindakan AS bisa memicu konflik lebih lanjut. Proposal 14-poin Iran menunda pembicaraan nuklir hingga status perang berakhir dan sanksi dicabut, sementara AS menuntut penyerahan uranium tingkat tinggi terlebih dahulu. Pasar mencoba menilai peluang tercapainya kompromi, meskipun risiko eksternal tetap tinggi.
Di sisi saham, beberapa saham berperforma terangkat sedangkan sektor lain tertahan. Akamai (AKAM) memimpin kenaikan sekitar 28,5% setelah laporan Q1 yang bervariasi namun proyeksi tahunan lebih optimis. Rackspace Technology (RXT) juga melonjak usai menandatangani MoU dengan AMD untuk layanan AI cloud; AMD sendiri naik tipis. Sebaliknya Expedia (EXPE) turun 6,7% dan Nike (NKE) turun sekitar 1,1% karena rekomendasi analis yang melemah sentimen negara-negara asing.