DMAS Tumbuh Kilat Kuartal I-2026: Lahan Industri Data Center Deltamas Jadi Mesin Pertumbuhan

DMAS Tumbuh Kilat Kuartal I-2026: Lahan Industri Data Center Deltamas Jadi Mesin Pertumbuhan

trading sekarang

Kinerja DMAS pada kuartal I-2026 melesat bak roket dengan pendapatan mencapai Rp1,05 triliun. Pertumbuhan ini melampaui capaian kuartal I-2025 sebesar Rp508 miliar, menandai lonjakan dua kali lipat dalam satu periode singkat. Lonjakan top line dipicu dominasi penjualan lahan industri, inti bisnis DMAS yang terus diperkuat oleh permintaan untuk infrastruktur data center.

Penjualan lahan industri tetap menjadi sumber utama pendapatan perseroan. Lebih dari 90 persen pendapatan berasal dari penjualan lahan industri, yakni sekitar Rp1,03 triliun. Kondisi ini memperkokoh DMAS sebagai fasilitator kawasan industri terpadu yang menggabungkan unsur industri, komersial, dan hunian.

Sektor data center masih mendominasi penjualan lahan industri. Kota Deltamas dikenal sebagai lokasi strategis dengan jaringan internet dan listrik yang andal, sehingga menarik bagi investor data center. DMAS semakin ditempa sebagai pilihan utama bagi mitra bisnis yang membangun kapasitas penyimpanan dan komputasi data.

Laba bersih pada kuartal I-2026 mencapai Rp818,27 miliar. Margin laba mencapai 78 persen, mencerminkan profitabilitas operasional yang kuat meski di tengah dinamika pasar. Posisi kas bersih perusahaan mencapai Rp1,27 triliun dan DMAS tidak memiliki utang bank, memberi kepala ruang bagi ekspansi terencana.

Dengan arus kas yang sehat, DMAS menegaskan komitmen untuk mengembangkan Kota Deltamas menjadi kawasan terpadu. Rencana ini mencakup integrasi sektor industri, komersial, dan hunian yang saling melengkapi untuk meningkatkan daya tarik investasi. Fasilitas infrastruktur yang ada mendukung proyek-proyek data center dan meminimalkan risiko operasional ke depan.

Pelanggan utama kuartal I-2026 adalah PT Digital Gayana Ekagrata (DGE) dan PT STT GDC Indonesia (SGI), keduanya berfokus pada data center. Penjualan kepada DGE dan SGI menyumbang sekitar 91% dari pendapatan lahan industri. Catatan historis menunjuk Microsoft yang membeli lahan di Kota Deltamas pada 2024, menunjukkan minat investor global terhadap ekosistem DMAS.

Prospek dan Implikasi Pasar

Prospek permintaan infrastruktur data center di Indonesia tetap kuat, seiring pertumbuhan digitalisasi dan kebutuhan penyimpanan data. DMAS berada dalam posisi unik sebagai pemilik lahan dekat pusat infrastruktur dengan akses listrik dan internet andal. Kebijakan investasi dan kas bersih tanpa utang memberi fleksibilitas bagi pengembangan berkelanjutan di timur Jakarta.

Risiko utama berasal dari ketergantungan pada penjualan lahan sebagai sumber pendapatan. Perubahan regulasi, dinamika harga tanah, dan persaingan bisa mempengaruhi laju ekspansi. Namun, diversifikasi pelanggan dan kolaborasi dengan mitra global dapat mengurangi volatilitas pasar.

Dari sudut pandang analisis fundamental, Cetro Trading Insight melihat DMAS sebagai contoh model bisnis berbasis infrastruktur yang sukses. Kendati demikian, sinyal trading untuk DMAS belum bisa dipastikan karena informasi yang ada bersifat fundamental dan aset terkait. Kami akan terus memantau perkembangan investasi Kota Deltamas serta permintaan data center untuk memberikan rekomendasi lebih lanjut.

banner footer