Dolar AS melemah seiring investor menilai bahwa rencana tarif terkait Greenland berpotensi ditunda atau dibatalkan. Hal ini menciptakan jeda dalam ketegangan perdagangan dan mengurangi volatilitas yang biasanya muncul saat dinamika kebijakan ekonomi sedang berubah. Para analis menekankan bahwa faktor geopolitik dan kemampuan AS bernegosiasi turut mempengaruhi pergerakan nilai tukar secara signifikan.
Pergerakan harga pasar menunjukkan respons jual pada dolar dan arus keluar modal yang moderat, didorong oleh upaya lindung nilai sektor swasta. Investor global tampak memperhitungkan kemungkinan pencabutan tarif sebelum tanggal efektif 1 Februari, atau penundaan hingga adanya dialog antara AS dan Eropa. Meskipun demikian, para ahli menilai penyelesaian masalah dalam dua minggu ke depan kurang mungkin terjadi, sehingga fokus pasar tetap pada kejelasan kebijakan ke depan.
Data kepemilikan Treasury menunjukkan eksposur besar pada investor Eropa dan negara-negara tertentu, meski banyak kepemilikan akhir sebenarnya berada di pihak entitas yang berbeda. Kondisi ini menambah pentingnya diversifikasi risiko dan memperkuat narasi bahwa pasar akan terus berhati-hati terhadap perubahan kebijakan. Skenario lain tetap terbuka jika respons kebijakan berubah, dan potensi biaya pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve menjadi bagian dari perhitungan risiko untuk dolar.
Jika kekacauan kebijakan perdagangan berlanjut, pasar bisa melihat siklus volatilitas yang mirip dengan dinamika setelah peristiwa kebijakan besar sebelumnya, dengan jual dolar moderat di awal diikuti oleh langkah-langkah lindung nilai yang lebih agresif. Risiko kebijakan yang tidak terduga meningkatkan permintaan perlindungan nilai terhadap mata uang utama, termasuk dolar dan pasangan terkait. Analisis pasar menunjukkan bahwa para pelaku institusional menakar ekspektasi terhadap arah kebijakan dan menata portofolio mereka sesuai dengan proyeksi volatilitas.
Investasi asing dan hedging mata uang Jepang memiliki ruang untuk meningkat, sementara tekanan pada rasio lindung nilai terhadap aset berdenominasi dolar dapat mengubah komposisi aliran modal. Di sisi lain, hambatan bagi pelemahan dolar lebih lanjut di Tiongkok mungkin berkurang jika ekspektasi terhadap pelemahan lebih lanjut semakin kuat. Ketidakpastian perdagangan, ancaman terhadap independensi bank sentral, dan dinamika geopolitik secara umum adalah faktor penentu dalam pergerakan dolar jangka pendek hingga menengah.
Biaya terkait lindung nilai bisa menurun jika Federal Reserve melanjutkan langkah pemotongan suku bunga, menambah dimensi biaya-manfaat yang diperhitungkan pelaku pasar. Secara keseluruhan, arah kebijakan moneter AS akan membentuk keputusan alokasi aset dan menentukan apakah pasangan mata uang utama seperti EURUSD akan menguat atau melemah lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.