IHSG Menguat 1,6% Didukung Konglomerat Usai Pertemuan Prabowo dengan Taipan Nasional

IHSG Menguat 1,6% Didukung Konglomerat Usai Pertemuan Prabowo dengan Taipan Nasional

trading sekarang

IHSG kembali bergairah setelah sinyal positif dari dinamika nasional dan eksternal. Indeks Harga Saham Gabungan ditutup sekitar 8.261,89 poin, naik 1,60%, dengan nilai transaksi mencapai Rp16,85 triliun dan volume 35,43 miliar saham. Data BEI menunjukkan ada 556 saham naik, 166 turun, dan 236 stagnan, menandakan adanya pilihan peluang bagi investor yang menimbang risiko dan imbal hasil.

Kenaikan IHSG dipimpin oleh saham-saham konglomerat berkapitalisasi besar, yang menjadi motor utama pergerakan indeks. Dari Grup Barito, CUAN memimpin dengan lonjakan 14,63% menjadi Rp1.880 per unit. BRPT melesat 11,82% ke Rp2.270, CDIA naik 8,00%, dan BREN menguat 2,19%, menunjukkan dinamika rotasi sektor yang mempengaruhi aliran dana ke saham-saham pilihan.

Analisis awal menunjukkan narasi kemitraan antara pemerintah dan pelaku usaha memberikan dukungan kuat bagi pasar. Laporan internal dari Cetro Trading Insight mencatat bahwa sinergi kebijakan dan kepastian arah kebijakan dinilai pasar positif sebagai faktor pendorong selain rebound teknikal. Menurut pengamat pasar, pertemuan publik antara pejabat dan konglomerat menjadi indikator utama bahwa iklim investasi nasional semakin kokoh.

Penguatan saham konglomerat menjadi faktor utama mendorong IHSG, karena kapitalisasi pasar kelompok ini besar dan bobotnya signifikan terhadap indeks. Secara khusus, BRMS juga menunjukkan gain meski tidak setinggi BRPT, dengan lonjakan 4,31%; Induk BRMS, BUMI, melonjak 12,90%, menambah dorongan keuangan bagi indeks secara keseluruhan. UNTR dari Grup Astra turut menguat 3,28%, menyemarakkan suasana perdagangan.

Di antara emiten lainnya, DSSA dari Grup Sinar Mas naik 2,14%, menambah ritme positif di pasar saham domestik. Sementara itu, berbagai saham lain dalam kelompok konglomerat juga menunjukkan pola reli yang membuat investor menakar peluang menuju level resistensi berikutnya. Arah pergerakan positif ini turut memperlihatkan dinamika likuiditas dan kepercayaan pada sektor industri inti.

Para analis menilai pergerakan semacam ini sebagai sinyal bahwa sentimen pasar telah beralih ke jalur positif. Pengamat Michael Yeoh menekankan bahwa sinyal seperti ini cenderung mencerminkan respons positif terhadap upaya pemerintah mengkomunikasikan arah kebijakan serta stabilitas operasional bagi pelaku usaha. Saran di pasar menekankan kesiapan memanfaatkan momentum, meski tetap memperhatikan risiko koreksi teknikal yang bisa muncul.

Pertemuan empat jam di Hambalang antara Presiden Prabowo dan lima konglomerat nasional menjadi episentrum diskusi mengenai arah dan prospek ekonomi nasional. Inisiatif ini dipimpin atas permintaan pelaku usaha untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha besar, sebuah langkah yang diyakini memperkuat daya saing nasional. Pertemuan tersebut turut menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperluas lapangan kerja di sektor riil dan memperkuat industri domestik serta UMKM.

Nama-nama yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Anthoni Salim dari Salim Group, Prajogo Pangestu dari Barito, Sugianto Kusuma alias Aguan dari Agung Sedayu, Franky Widjaja dari Sinar Mas, dan Boy Thohir dari Adaro. Diskusi mencakup kondisi terkini ekonomi nasional serta peluang pengembangan sektor-sektor strategis, termasuk inisiatif untuk mempercepat transformasi ekonomi berkelanjutan.

Komitmen Indonesia Incorporated menjadi fokus utama, menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha akan terus diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan daya tahan industri, dan memperkuat lapangan kerja. Laporan ini dipersehakan oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca yang menginginkan analisis pasar terukur dan berimbang dalam konteks dinamika pasar nasional.

broker terbaik indonesia