Dolar AS Mendekati 97,00 Seiring Fed dan Dinamika Geopolitik Mengubah Persepsi Risiko

Dolar AS Mendekati 97,00 Seiring Fed dan Dinamika Geopolitik Mengubah Persepsi Risiko

Signal /DXYSELL
Open97.000
TP95.500
SL98.000
trading sekarang

Di pembukaan minggu ini, indeks dolar turun sekitar 0,4 persen dan berada mendekati level 97,00. Pergerakan ini menandai salah satu level terendah dalam empat bulan bagi Greenback. Para analis menilai bahwa faktor fundamental dan sentimen risiko global saat ini mendorong para investor untuk menimbang volatilitas mata uang utama.

Keresahan mengenai hubungan jangka panjang antara Washington dan mitra dagang utama turut memicu kehati-hatian di pasar. Ketidakpastian kebijakan dan potensi gesekan perdagangan mendorong investor untuk mengurangi ketergantungan pada dolar dan aset-aset Amerika. Dalam situasi seperti ini, aset-aset yang dianggap sebagai pelarian risiko bergeser menarik perhatian para pelaku pasar.

Di sisi praktisnya, para ahli pasar mencatat bahwa eksposur terhadap dolar cenderung menurun karena kekhawatiran terkait keseimbangan fiskal AS dan dinamika utang negara. Aktivitas modal cenderung mengalir ke aset safe-haven lain atau ke mata uang yang dianggap lebih stabil dalam prospek jangka pendek. Hal ini menjelaskan mengapa para trader memantau pergerakan DXY dengan seksama di sesi Asia.

Dalam konteks kebijakan moneter, pasokan berita menunjukkan kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga dalam kisaran 3,50% hingga 3,75% pada pertemuan mendatang. Pasar telah menempatkan ekspektasi pada penahanan kebijakan melalui pernyataan resmi beberapa hari ke depan. Langkah ini dinilai bersifat netral terhadap pasar mata uang dalam jangka pendek.

Investasi global juga menantikan rilis data pesanan barang tahan lama AS untuk November yang dijadwalkan dirilis pada siang hari. Data tersebut dipandang menjadi petunjuk penting bagi arah pelaku pasar terkait dinamika permintaan domestik dan potensi tekanan inflasi. Reaksi terhadap data ini bisa memperkuat atau melemahkan ekspektasi terhadap jalur kenaikan suku bunga di masa depan.

Di saat yang sama, fokus bisa bergeser ke sikap para pembuat kebijakan dan bagaimana prospek utang nasional mempengaruhi keyakinan investor. Komentar terkait kestabilan fiskal AS dan kemampuan negara membantu menilai sejauh mana bank sentral dapat menahan suku bunga tanpa mengorbankan pertumbuhan. Investor tetap waspada terhadap potensi kejutan atas kebijakan moneter di tengah ketidakpastian global.

Di tingkat internasional, dinamika hubungan Washington dengan mitra asing terus mempengaruhi aliran modal. Ketegangan dan perselisihan perdagangan antara UE dan AS mengenai masa depan Greenland menjadi contoh bagaimana dinamika geopolitik dapat menambah volatilitas pasar valuta asing. Para pelaku pasar menilai dampak jangka panjang dari eskalasi tersebut terhadap permintaan dolar sebagai safe-haven.

Di level praktis, langkah aksi Denmark AkademikerPension untuk melepas posisi senilai sekitar $100 juta di obligasi AS menjadi sinyal tentang bagaimana investor institusional menilai risiko fiskal AS. Meskipun pihak mereka menyatakan keputusan tersebut tidak terkait langsung dengan perselisihan bilateral, tindakan itu memperlihatkan perubahan preferensi aset menjelang kebijakan moneter yang menentukan. Pergerakan seperti ini menambah gambaran tentang arus keluar modal dari aset-aset berdenominasi dolar.

Secara keseluruhan, para analis menilai bahwa pasar mulai menilai risiko jangka panjang terhadap eksposur dolar AS terhadap mitra dagang utama. Ketidakpastian mengenai bagaimana Washington menyeimbangkan kepentingan fiskal dan diplomatik meningkatkan daya tarik aset selain dolar. Sutradara pasar terus memantau perkembangan kebijakan dan geopolitik untuk menilai arah jangka menengah terhadap dolar dan mata uang utama lainnya.

broker terbaik indonesia