Analisis dari MUFG menekankan bahwa data ritel AS yang lebih lemah dan permintaan tenaga kerja yang menurun menambah keraguan terhadap jalur kebijakan Federal Reserve. Dalam pandangan analis mata uang senior Michael Wan, pasar obligasi dan mata uang tengah menimbang potensi pelonggaran lebih cepat dari perkiraan. Pasar berjangka dana Fed pun menunjukkan peluang pemotongan pada Juni dan kemungkinan pelonggaran lebih lanjut hingga 2026.
Publikasi Desember menunjukkan penjualan ritel tidak berubah bulan itu, melampaui ekspektasi kenaikan 0,4 persen secara bulanan yang diantisipasi. Penurunan penjualan mobil dan perjalanan udara pada Januari juga tercatat, dengan cuaca ekstrem berkontribusi terhadap gangguan tersebut. Data ini semakin jelas menjadi sinyal bahwa jalur kebijakan Fed bisa melunak lebih cepat dari gambaran sebelumnya.
Menurut kerangka kerjanya Gubernur Christopher Waller, kebijakan yang konsisten hingga 2026 berpotensi membuat pasar obligasi AS underpricing terhadap fleksibilitas pemotongan. Penulis menambahkan bahwa proyeksi tiga pemotongan lagi tahun ini mungkin menempatkan suku bunga di bawah 3 persen, meskipun masih bergantung pada arah kebijakan kepala Fed di masa mendatang. Ketidakpastian kandidat penganti Ketua Fed menambah dinamika risiko bagi jalur kebijakan dan pasar.
Pasar kini menilai bahwa sikap kebijakan AS bisa lebih akomodatif dalam beberapa kuartal ke depan, meski ketidakpastian tetap ada. Ekspektasi potongan suku bunga pada Juni menambah kemungkinan dolar melemah jika pemangkasan benar-benar terjadi. Di sisi lain, dinamika kebijakan bank sentral lain juga bisa menjaga volatilitas pasar tetap tinggi.
Jika Fed memangkas suku bunga tiga kali lagi pada tahun ini, arus modal global bisa bergeser ke aset berisiko dan ke pasangan mata uang utama. USD berpotensi melemah terhadap euro dan mata uang berisiko, meskipun jalannya kebijakan di Eropa serta tekanan inflasi tetap menjadi faktor penentu pergerakan pasar. Keragaman kebijakan global membuat arah pasar tetap rentan terhadap kejutan data.
Investors perlu memantau perkembangan dari para pejabat Fed serta potensi perubahan arah kebijakan akibat kandidat baru. Ketidakpastian ini bisa memicu perubahan cepat pada sentimen pasar. Cetro Trading Insight akan terus menyajikan analisis lanjutan untuk membantu pembaca memahami implikasi kebijakan Fed bagi portofolio mereka.
Pelaku pasar disarankan memperhatikan dinamika data ekonomi AS karena momentum kebijakan Fed sangat bergantung pada data terbaru. Perubahan ekspektasi suku bunga bisa memicu pergeseran besar pada pasangan mata uang utama. Terapkan prinsip manajemen risiko yang ketat dengan target risiko-imbalan minimal 1:1,5.
Disarankan fokus pada diversifikasi posisi dan hindari over-leverage menjelang rilis data besar. Pertimbangkan untuk memantau pernyataan para pejabat Fed dan kandidat kepemimpinan, karena sentimen kebijakan bisa berubah secara mendadak. Dalam konteks global, perhatikan pergeseran kebijakan bank sentral lain yang bisa memperkuat atau melemahkan arah pasar.
Cetro Trading Insight akan terus menyajikan analisis lanjutan dan pembaruan data ekonomi untuk membantu pembaca membuat keputusan lebih tepat. Pembaca disarankan menimbang risiko dan menyesuaikan ekspektasi terhadap volatilitas pasar yang mungkin terjadi. Karena kebijakan moneter adalah lanskap yang dinamis, evaluasi ulang posisi secara berkala adalah praktik yang sehat.