Dolar AS Menguat dan DXY Menembus SMA 200-Hari Menanti Data Tenaga Kerja AS

Dolar AS Menguat dan DXY Menembus SMA 200-Hari Menanti Data Tenaga Kerja AS

Dolar AS menguat dan indeks dolar (DXY) menunjukkan kekuatan baru dengan menembus level kunci SMA 200-hari. Pergerakan ini mencerminkan minat investor terhadap aset berisiko rendah dan penyesuaian posisi menjelang rilis data tenaga kerja AS yang sangat dinantikan. Selain itu, komentar dari pejabat Federal Reserve menjadi fokus pasar karena sinyal tentang arah kebijakan bisa memicu perubahan sentimen.

Pasar tetap berhati-hati menjelang Nonfarm Payrolls (NFP) yang menjadi sorotan utama pekan ini. Selain itu, pembacaan flash dari survei sentimen konsumen University of Michigan dan pidato Kashkari serta Barkin memperkaya konteks kebijakan moneter. Kondisi ini menjaga volatilitas sambil mempertahankan ekspektasi bahwa langkah-langkah kebijakan tetap menjadi tema utama.

Kenaikan DXY berdampak pada pasangan mata uang utama dan komoditas, karena investor menimbang perubahan imbal hasil. Logam mulia seperti emas dan perak menunjukkan dinamika defensif terhadap dolar, meski likuiditas pasar bisa berubah. Pasar menunggu data tenaga kerja untuk petunjuk arah kebijakan berikutnya.

Pergerakan Pasangan Utama dan Isu Zona Euro

EUR/USD terus tertekan dan menguji level SMA 55-hari sekitar 1,1640, menegaskan bias bearish yang sedang berlangsung. Penurunan ini didorong oleh perbedaan siklus kebijakan antara bank sentral Eropa dan Amerika, walau data ekonomi bisa memicu perubahan arah jika keluar lebih kuat daripada ekspektasi. Investor juga memperhatikan risiko geopolitik dan volatilitas pasar obligasi regional sebagai faktor pendukung.

GBP/USD melemah, turun untuk hari keempat berturut-turut, dan menguji kisaran 1,3420–1,3415. Data neraca perdagangan Jerman, produksi industri, dan penjualan ritel di Eropa memberikan gambaran perekonomian yang masih rapuh. Pidato pejabat ECB Lane menambah tekanan pada euro di tengah ekspektasi kebijakan mendatang.

USD/JPY naik sedikit dan sempat melampaui batas 157,00 secara singkat, melanjutkan tren positif selama beberapa hari. Data Pengeluaran Rumah Tangga, Indeks Ekonomi Koefisien dan Leading Indicators dapat memicu perubahan sentimen terhadap yen. Sementara AUD/USD menyerah pada tekanan jual, turun di bawah 0,6700 menjelang rilis laporan Australia.

Momentum Komoditas dan Implikasi Rilis Ekonomi

Minat terhadap minyak mentah kembali hidup ketika WTI mendekati level $58,00 per barel setelah dua hari penurunan. Pelaku pasar mengikuti perkembangan pasokan, terutama dinamika Venezuela, yang bisa menambah volatilitas harga. Faktor teknikal dan sentimen risiko global terus memandu pergerakan harga energi.

Harga emas mengalami retracement dan menembus rendah beberapa hari, menantang level yang menjadi acuan di sekitar nilai konvergen dolar. Dolar yang lebih kuat dan imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi menjadi tekanan utama bagi logam kuning. Pelaku pasar juga mempertimbangkan potensi rebalancing indeks komoditas Bloomberg terhadap ekspektasi kebijakan moneter.

Harga perak melemah ke sekitar $74,50 per ons, menambah tekanan pada logam industri tersebut. Kondisi ini menambah risiko portofolio logam mulia bagi investor yang menimbang diversifikasi di tengah volatilitas dolar. Analis menyarankan pendekatan kehati-hatian dengan alokasi risiko yang terjaga.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image