Dolar AS Menguat Dipicu Data Tenaga Kerja dan Harga Energi; EURUSD Diperdiksi Tertekan Menuju 1.12

Dolar AS Menguat Dipicu Data Tenaga Kerja dan Harga Energi; EURUSD Diperdiksi Tertekan Menuju 1.12

trading sekarang

Laporan ADP untuk Mei menunjukkan penambahan pekerjaan sekitar 122 ribu, sedikit melewati konsensus 117 ribu. Yang menarik adalah pertumbuhan pekerjaan yang luas di berbagai sektor dan ukuran perusahaan. Hal ini menegaskan bahwa pasar tenaga kerja tetap dinamis meski variasi ekonomi terjadi.

Indeks ISM untuk layanan naik menjadi 54.5, melampaui ekspektasi 53.8 dan level sebelumnya 53.6. Pertumbuhan ini didorong oleh percepatan pesanan baru yang meningkat. Poin harga pada sub-indeks tersebut juga mencapai level tertinggi sejak Agustus 2022, menambah risiko inflasi.

Anggota Fed, Lorie Logan, menekankan kekhawatiran bahwa suku bunga yang lebih tinggi mungkin diperlukan di kemudian tahun ini. Proyeksi mereka tetap memperkirakan kenaikan suku bunga pada Desember dan Maret. Dengan demikian, prospek EURUSD mengarah pada penurunan menuju sekitar 1.12 dalam satu tahun ke depan.

Di AS, indikator layanan menunjukkan dinamika yang tetap kuat meskipun berada di wilayah ekspansi rendah. ISM Services index direvisi naik menjadi 54.5, didorong oleh percepatan pertumbuhan pesanan baru. Angka ini menegaskan bahwa sektor jasa tetap menjadi mesin utama aktivitas ekonomi.

Di zona euro, final May services PMI direvisi naik menjadi 47.7 dari 46.4 pada estimasi flash, sehingga composite PMI naik menjadi 48.5 dari 47.5. Meskipun masih berada di wilayah kontraksi, peningkatan ini menandakan perbaikan momentum yang terbatas. Kondisi ini menambah tekanan pada mata uang euro selaras dengan dinamika dolar.

Menjelang rilis May Jobs Report di AS, para analis memperkirakan nonfarm payrolls sekitar 110 ribu, unemployment 4.2%, dan upah 0.3% secara bulanan. Laporan yang solid bisa menambah bias pengetatan kebijakan Fed. Gambaran ini memperkirakan EURUSD akan bergerak turun menuju sekitar 1.12 dalam periode satu tahun ke depan.

Anggota Fed Lorie Logan menekankan kekhawatiran bahwa suku bunga lebih tinggi mungkin diperlukan di sisa tahun ini. Sikap tersebut mendukung narasi bahwa kebijakan moneter AS tetap tegas meski ada volatilitas data ekonomi. Proyeksi Fed menunjukkan jalur kenaikan pada Desember dan Maret yang bisa mempertahankan tekanan pada dolar.

Secara umum, pasar menilai bahwa EURUSD akan menurun sejalan dengan pergeseran ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi dibandingkan dengan zona euro. Target sekitar 1.12 mencerminkan bobot sentimen pada dolar terhadap euro selama 12 bulan ke depan.

Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca pasar, menggunakan analisis fundamental dan dukungan alat AI, serta ditinjau editor sebelum dipublikasikan.

banner footer