
Komentar hawkish dari Gubernur BoJ, Ueda, seharusnya bisa memberikan ruang bagi Yen untuk reli. Namun pasar tetap melihat USDJPY mendekati level 160, dengan pasangan ini berada tepat di bawah angka tersebut pada hari ini. Analisis pasar menunjukkan bahwa sinyal hawkish tidak cukup mengubah arah dolar secara signifikan.
Dinamika kebijakan moneter BoJ berada di ujung bawah kisaran netral sekitar 1 persen. Jika BoJ memang mengubah suku bunga bulan ini, tugas Bank Sentral Jepang dan MoF akan sangat menantang untuk membalik tren. Pasar menilai bahwa perubahan kebijakan besar sangat sulit dilakukan di tengah tekanan yield global yang sedang berkembang.
Intervensi BoJ berupa penjualan dolar sekitar 74 miliar dolar antara 28 April dan 27 Mei tampak tidak membalik arah pasar. Harga Yen tetap berada di bawah tekanan meski langkah tersebut diharapkan bisa menenangkan volatilitas. Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor teknis dan ekspektasi kebijakan global tetap menjadi faktor utama, bukan perubahan cepat pada kurs.
Spread 2-tahun antara US Treasuries dan JGB telah memantul sekitar 50 persen sejak 25 Juni. Pada saat ini spread turun dari puncak sekitar 333 basis poin menuju sekitar 212 basis poin. Perpindahan ini menandakan perubahan dinamika perbedaan imbal hasil antara Amerika Serikat dan Jepang, yang bisa menambah tekanan pada Yen.
Level 270bp dipandang sebagai level kunci untuk arah berikutnya. Jika peluang breakout ke atas terwujud, rentang sekitar 281–285bp bisa terbuka dan memicu pergerakan dolar yang lebih luas. Analis menilai bahwa pergerakan imbal hasil bisa membawa volatilitas baru pada pasangan USDJPY.
Posisi pendek pada Yen tampak meningkat hingga sekitar 26 persen dari Open Interest, menunjukkan akumulasi tekanan jual terhadap mata uang Jepang. Data Open Interest menunjukkan minat pasar terhadap penurunan Yen lebih kuat dari sebelumnya. Selain itu, ekspektasi terhadap ekspirasi opsi pada strike utama turut membentuk dinamika harga dalam jangka pendek.
Ekspetasi ekspirasi opsi besar di sekitar strike kunci seperti 159.00–159.90, 160.00, dan 160.01–160.80 diperkirakan dapat menahan atau mendorong pergerakan USDJPY dalam beberapa jam mendatang. Nilai total kontrak opsi di daerah 159.00–159.90 mencapai sekitar 11,4 miliar dolar, di 160.00 sekitar 3 miliar dolar, dan di 160.01–160.80 sekitar 2,8 miliar dolar. Aktivitas ini menambah likuiditas dan membentuk batas teknis pada pergerakan harga.
Para pelaku pasar perlu waspada terhadap potensi breakout bullish jika pasar obligasi AS terguncang oleh laporan payrolls. Dalam skenario seperti itu, USDJPY bisa menembus level resistance sekitar 160 dan berpotensi naik lebih lanjut. Namun volatilitas tetap tinggi karena dinamika kebijakan BoJ dan perubahan prospek suku bunga global.
Inti analisis adalah bahwa USDJPY sangat sensitif terhadap imbal hasil dan kebijakan. Investor dianjurkan untuk memantau payrolls AS, pergeseran yield, serta tanda tanda dari BoJ mengenai kemungkinan perubahan kebijakan. Dengan pendekatan yang hati hati, ada peluang trading meski risiko volatilitas tetap tinggi.