Dolar AS terlihat melemah dari level tertinggi satu bulan karena adanya kekhawatiran berulang mengenai independensi kebijakan The Fed. Ketidakpastian ini meningkat seiring rumor perubahan kepemimpinan dan penyelidikan terhadap Ketua Powell yang menimbulkan pertanyaan tentang arah kebijakan moneter. Pasar menilai bahwa jeda atau belokan kebijakan bisa terjadi jika tekanan politik semakin kuat.
Pasar juga menimbang dampak dari panggilan dewan juri DoJ terkait kesaksian Powell tentang renovasi kantor pusat The Fed senilai 2,5 miliar dolar. Peristiwa ini menambah campuran risiko politik yang bisa mengubah persepsi terhadap jalur suku bunga. Investor menimbang bagaimana dinamika hukum bisa memengaruhi kepercayaan terhadap independensi bank sentral dan jalur kebijakan ke depan.
Di balik kekhawatiran politik, Powell menegaskan dalam video pernyataannya bahwa tindakan DoJ tidak terkait dengan kesaksian atau proyek renovasi. Beliau menekankan bahwa Fed akan menjaga independensi berdasarkan penilaian terbaik untuk melayani publik, bukan sebagai respons terhadap tekanan politik. Komentar tersebut mencoba mengembalikan fokus pasar pada data dan penilaian kebijakan yang objektif.
Indeks Dolar AS (DXY) turun sekitar 98,73 ketika pasar menilai momentum kenaikan telah kehilangan tenaga. Penurunan 0,41% pada hari itu mencerminkan harga kembali ke wilayah yang lebih rendah dari level tertinggi satu bulan. Analis mengamati bahwa faktor politik mungkin menambah volatilitas jangka pendek pada indeks tersebut.
Komentar pejabat Gedung Putih dan pengamat pasar menunjukkan kekhawatiran bahwa dinamika politik dapat mengaburkan jalur kebijakan Federal Reserve. Meski demikian, pasar menahan diri dari kans untuk penurunan suku bunga yang terlalu agresif tanpa konfirmasi data yang lebih kuat. Investasi cenderung menunggu sinyal lebih jelas dari rilis data terbaru.
Data tenaga kerja AS minggu lalu menunjukkan bahwa pasar kerja tetap kuat, dengan tingkat pengangguran menurun meski nonfarm payrolls (NFP) tidak memenuhi ekspektasi. Angka-angka ini mengurangi tekanan untuk pemotongan segera namun tetap membuka peluang pelonggaran di masa depan. Beberapa pelaku pasar memproyeksikan sekitar dua pemotongan dalam beberapa bulan ke depan, tergantung pada perkembangan data inflasi.
Perhatian kini bergeser ke rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang dijadwalkan pada Selasa untuk petunjuk lebih lanjut mengenai jalur kebijakan The Fed. Investor menantikan apakah inflasi inti akan tetap menahan jalur penyesuaian suku bunga. Kebijakan moneter akan sangat bergantung pada angka-angka inflasi yang muncul di data tersebut.
Secara politik, banyak pengamat menjelaskan bahwa kemungkinan pengganti Powell akan datang dari kandidat yang lebih selaras dengan agenda kebijakan Trump. Masa jabatan Powell berakhir pada Mei 2026, sehingga pasar menilai potensi perubahan arah kebijakan jika penggantiannya lebih pro-pelonggaran atau lebih hawkish. Penentuan calon pengganti juga akan mempengaruhi persepsi risiko keuangan dan strategi pasar secara luas.
Meski konsensus memrekirakan dua kali pemotongan pada masa mendatang, beberapa variabel volatilitas tetap tinggi menimbang dinamika politik serta respons terhadap data inflasi. Investor dianjurkan memantau rilis IHK serta komentar pejabat The Fed untuk menilai apakah jalur kebijakan akan lebih jelas dalam beberapa bulan ke depan. Sinyal perdagangan tetap bergantung pada data aktual dan komentar otoritas kebijakan.