BUY
13050
13550
12850
XCUUSD mengacu pada harga tembaga dalam dolar AS. Pasar tembaga global memperdagangkannya melalui bursa komoditas utama dan kontrak berjangka. Pergerakannya mencerminkan keseimbangan pasokan dan permintaan di sektor industri yang menggunakan tembaga, dari konstruksi hingga elektronik.
Sebagai komoditas base metal penting, XCUUSD sering dipantau oleh investor institusional dan hedger. Pergerakannya juga dipengaruhi dinamika output manufaktur di negara pengguna tembaga terbesar. Fluktuasi harga dapat dipicu oleh perubahan sentimen ekonomi, kebijakan fiskal, dan risiko geopolitik yang berdampak pada rantai pasokan.
Peranan pasar untuk XCUUSD melibatkan likuiditas antara spot dan futures. Pelaku pasar mencakup produsen tambang, smelter, dana institusional, serta trader ritel. Ketidakpastian pasokan atau perubahan margin dapat memperlebar spread dan mempengaruhi strategi hedging investor.
Analisa XCUUSD hari ini menunjukkan sentimen pasar yang campuran. Optimisme atas permintaan industri global cenderung mendukung harga tembaga. Namun kekhawatiran terhadap inflasi dan pengetatan kebijakan moneter memberi sisi kehati-hatian pada pembelian tembaga.
Dari sudut teknikal, trader memperhatikan momentum melalui moving average dan indikator RSI. Breakout di atas level kunci dapat memicu momentum lebih lanjut, sementara penurunan melewati support dapat memicu koreksi. Volume perdagangan dan likuiditas pasar juga memberikan sinyal arah untuk XCUUSD dalam jangka pendek.
Berita ekonomi utama yang mempengaruhi sentimen termasuk data manufaktur China, kebijakan suku bunga bank sentral, dan pembaruan isu perdagangan global. Korelasi antara XCUUSD dan indeks dolar AS (DXY) sering menguatkan koreksi ketika dolar menguat. Perubahan kebijakan infrastruktur nasional besar dapat mengubah aliran permintaan tembaga secara signifikan.
Faktor pasokan tembaga menjadi penggerak utama harga XCUUSD. Produksi tambang utama di Chili dan Peru menjadi penentu aliran pasokan global. Gangguan operasional, cuaca ekstrem, atau masalah logistik dapat menimbulkan pergeseran ketersediaan di pasar.
Di sisi permintaan, dinamika konstruksi global dan penggunaan tembaga dalam industri kendaraan listrik meningkatkan permintaan jangka panjang. Perkembangan proyek infrastruktur di negara berkembang juga mendukung tren harga tembaga dalam USD. Namun dinamika makroekonomi bisa menyebabkan fluktuasi permintaan secara berkala.
Faktor makro seperti nilai tukar, kebijakan suku bunga, dan kebijakan perdagangan turut membentuk arah XCUUSD. Pergerakan dolar AS cenderung berbanding terbalik dengan tembaga secara historis, sehingga perubahan DXY sering memicu perubahan harga. Kebijakan fiskal besar dan tarif perdagangan juga dapat memicu perubahan aliran modal ke logam industri seperti tembaga.
Menurut pandangan Geoff Yu, ahli strategi makro EMEA di BNY, logam industri gagal mengakhiri reli awal tahun dan tidak ada dukungan makro yang cukup untuk rebound. Analitik ini dir…
Read MoreBaru-baru ini analisis dari Barbara Lambrecht di Commerzbank menunjukkan bahwa tembaga berada di zona tekanan jangka pendek karena peningkatan persediaan di bursa global serta vola…
Read MoreDeutsche Bank Research menilai bahwa dinamika harga tembaga didorong oleh pasokan tambang yang relatif inelastis dan permintaan terkait electrifikasi. Laju produksi tambang besar c…
Read MoreHarga tembaga rebound menuju level sekitar $13.000 per mt seiring melemahnya dolar dan dorongan sentimen makro global. Analis ING menilai bahwa pergerakan ini didorong oleh dinamik…
Read MoreTembaga Menuju Rekor: Pasokan Ketat dan Lonjakan Impor AS Memicu Lonjakan HargaKekhawatiran Pasokan dan Reaksi PasarHarga tembaga naik menuju level rekor seiring kekhawatiran pasok…
Read More