Pasar mulai menimbang kembali taruhan bearish terhadap dolar AS setelah beberapa penolakan terhadap penyelidikan DoJ terhadap kebijakan Jerome Powell oleh kalangan Republik. Senator Thom Tillis menyatakan akan menentang calon Ketua berikutnya hingga masalah tersebut diselesaikan, dan pernyataan serupa menambah jajaran komentar politik yang mengaburkan arah kebijakan moneter. Di sisi lain, analis Valas ING, Francesco Pesole, menekankan bagaimana dinamika politik berpotensi membatasi tekanan pada dolar meskipun data ekonomi tetap menjadi fokus utama.
Penolakan partisan meredakan tekanan terhadap Powell, memberi ruang bagi investor untuk mencari jaminan yang jelas—idealnya dari Trump atau DoJ. Mereka menimbang risiko bahwa kebijakan moneter bisa lebih hawkish atau lebih dovish tergantung perkembangan investigasi. Walau demikian, risiko penurunan tajam pada dolar telah mereda untuk saat ini, sehingga pergerakan harga lebih banyak dipicu oleh rilis data ekonomi dan komentar pejabat yang muncul di akhir minggu.
Di sisi data, fokus utama beralih ke inflasi, di mana cetakan IHK inti Desember diperkirakan lebih panas sekitar 0,4% MoM dibanding konsensus 0,3%. Karena periode Thanksgiving dan variasi dalam pengumpulan data, angka November cenderung lebih rendah daripada bulan penuh tahun lalu, namun Desember berpotensi memasukkan kejutan yang lebih kuat saat ritme data kembali normal.
Beberapa penyesuaian hawkish sudah terlihat setelah data lapangan kerja terakhir, dan pasar menilai narasi penyelidikan Fed sebagai faktor yang bisa menahan pemangkasan suku bunga. Investor menimbang bahwa sinyal hawkish meningkatkan peluang dolar untuk menguat meskipun efeknya tidak langsung. Dengan demikian, pergerakan USD terhadap pasangan utama masih bisa melanjutkan arah yang telah terlihat meskipun tidak tergesa-gesa.
Kenaikan untuk dolar tidak diperkirakan terjadi secara masif, namun arah kenaikan tetap menjadi kemungkinan utama jika data ekonomi menunjukkan daya tahan lebih kuat dari ekspektasi. Pasangan USD/EUR berpotensi menguji level terkait, meskipun volatilitas tetap cukup tinggi akibat dinamika politik yang membentuk ekspektasi pasar.
Risiko pembacaan inflasi yang lebih panas pada Desember tetap ada, sehingga pergerakan dolar bisa didorong oleh rilis data akhir bulan daripada pernyataan kebijakan semata. Investor tetap menjaga kewaspadaan terhadap data baru yang bisa memicu perubahan mood pasar secara tajam.
Meski potensi kejutan tetap ada, pergerakan dolar terhadap euro tampaknya terbatas karena investor menimbang ketidakpastian kebijakan dan hasil data. Ketidakpastian ini membuat arah jangka pendek lebih dipicu oleh angka rilis terbaru daripada narasi politik semata.
Analisa risiko dan imbalan menunjukkan bahwa sinyal beli atau jual belum jelas tanpa konfirmasi level harga yang spesifik. Trader disarankan menjaga eksposur kecil dan tidak mengejar tren besar tanpa konfirmasi teknikal, dengan potensi imbalan minimal sekitar 1:1.5 jika potensi tren terkonfirmasi.
Untuk trader, fokus utama adalah pemantauan data Desember dan rilis CPI yang akan datang, sambil mempertimbangkan volatilitas pasar. Manajemen risiko tetap menjadi prioritas dalam setiap keputusan perdagangan.
| Faktor | Pengaruh |
|---|---|
| Dinamika politik Fed | Potensi pergeseran hawkish/kenaikan dolar jika penyelidikan dihentikan |
| Data inflasi | Informasi utama untuk arah jangka pendek pada EURUSD |
| Data lapangan kerja | Penyesuaian kebijakan pasar melihat peluang pemangkasan |