Dolar AS menguat dari level terendah empat tahun dan berada di atas 96,00 menjelang pembukaan sesi Eropa. Pasar tampak berhati‑hati menjelang rilis keputusan kebijakan suku bunga Federal Reserve, dengan sebagian besar analis memperkirakan tidak ada perubahan kebijakan. Para trader juga menantikan konferensi pers Ketua Fed Jerome Powell untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan ke depan.
Di tengah suasana hati pasar yang tegang, pernyataan tersebut bisa menjadi pendorong volatilitas jelang rilis. Sinyal mengenai kapan langkah pelonggaran moneter bisa dilakukan akan sangat dinilai investor sebagai indikator arah dolar di jangka pendek. Ketahanan dolar juga dibayang‑bayangi dinamika politik dan data ekonomi terkini.
Di samping itu, wacana mengenai kandidat Ketua Fed dan potensi perubahan kebijakan menambah ketidakpastian jangka pendek bagi mata uang utama. Trump menyatakan dolar sangat kuat dan ia akan mengumumkan kandidat baru untuk kepemimpinan bank sentral, menambah spekulasi mengenai perubahan suku bunga di masa mendatang.
Data dari Biro Statistik Australia menunjukkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) naik menjadi 3,6% secara tahunan pada Desember, membukukan laju yang lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Angka tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar, namun menandakan momentum harga yang lebih kuat dari perkiraan awal. Sisi inti inflasi turut memberi gambaran mengenai tekanan harga di ekonomi Australia.
Penunjuk bulanan Desember juga naik 1,0%, melampaui pembacaan sebelumnya 0% dan di atas konsensus 0,7%. Sorotan ini memperkuat pandangan bahwa kebijakan moneter Australia bisa lebih tegas, meningkatkan peluang kenaikan suku bunga di masa depan. Investor menilai risiko pengetatan kebijakan RBA tetap menjadi faktor kunci.
AUD/USD menguat dan berada di sekitar level tertinggi tiga tahun di atas 0,7000, didorong oleh inflasi yang lebih kuat dari ekspektasi. Perhatian pasar tertuju pada langkah RBA dan bagaimana respons kebijakan moneter terhadap data harga. Sementara itu, sentiment mengenai minyak turut menyokong sentimen komoditas terkait dan memperkaya dinamika mata uang terkait komoditas.
USD/JPY bertahan positif di sekitar 152,70 pada hari Rabu, dengan perhatian investor tertuju pada langkah fiskal Jepang. Pemerintah mendorong rencana belanja dan pemotongan pajak yang agresif, menambah dinamika terhadap kebijakan Bank of Japan. Perkembangan ini menambah tekanan pada pasangan valas utama yang sensitif terhadap arah BoJ.
Notulen rapat BoJ bulan Desember menunjukkan konsensus yang berkembang untuk melanjutkan pengetatan jika proyeksi ekonomi dan harga terpenuhi. Komentar dewan menggambarkan sinyal bahwa kebijakan moneter dapat menyesuaikan jalurnya seiring pemulihan inflasi dan pertumbuhan. Pasar menimbang antara potensi kenaikan imbal hasil dan risiko pengetatan lebih lanjut.
Emas melanjutkan reli dengan menembus level di atas 5.200 dolar pada sesi Asia, menandai kedelapan hari kenaikan berturut‑turut. Ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve menjadi faktor utama yang menarik investor ke logam mulia. Di sisi lain, volatilitas dolar dan dinamika minyak juga mempengaruhi arah emas dan strategi trading para pelaku pasar.