Dolar Menguat dan Emas Tertekan Setelah Pidato Trump, Pasar Menanti Data AS

Dolar Menguat dan Emas Tertekan Setelah Pidato Trump, Pasar Menanti Data AS

Signal XAU/USDSELL
Open4810
TP4675
SL4900
trading sekarang

Dampak pidato Trump terhadap dolar, saham, obligasi, dan emas

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi fokus utama pasar pada hari Rabu setelah menyinggung pembicaraan dengan Eropa mengenai Greenland. Ia menegaskan bahwa Greenland tidak akan menjadi ancaman bagi NATO jika wilayah tersebut berada di bawah kendali AS. Pernyataan itu meredam ketegangan geopolitik dan mengurangi kekhawatiran eskalasi militer, meskipun nada pidato mengandung retorika yang beragam bagi pelaku pasar.

Trump juga menekankan bahwa ia tidak akan menggunakan kekuatan berlebihan untuk mendapatkan Greenland, dan ia kemudian menegaskan bahwa kapal perang akan dibawa kembali jika diperlukan. Kalimat tersebut menambah unsur kehati-hatian terhadap risiko geopolitik. Di saat yang sama, ia menyoroti fokus pada peningkatan standar hidup dan stabilitas ekonomi sebagai pilar utama kebijakan.

Respons pasar terlihat positif untuk saham dan dolar AS sementara obligasi mereda. Investor menilai bahwa kebijakan ekonomi AS tetap pro-pemulihan, sehingga pasar risiko memantapkan posisi. Meskipun demikian, beberapa kompensasi risiko tetap ada karena ketidakpastian kebijakan luar negeri dan rilis data utama.

Pergerakan emas dan dolar menurut analisa fundamental

Emas sempat mendekati level tertinggi sekitar 4.890 dolar sebelum berbalik arah dan akhirnya diperdagangkan sekitar 4.810 dolar per ons. Pergerakan ini mencerminkan volatilitas yang biasa terjadi setelah data ekonomi dan komentar kebijakan, meskipun tren jangka menengah masih menunjuk pada sisi netral hingga bearish untuk emas.

Dolar AS menguat terhadap beberapa mitra utama, dengan Indeks Dolar (DXY) berada di sekitar zona 98,60 dan mencoba mengembalikan sebagian posisi setelah jatuh ke level mingguan terendah. Arah ini menandakan kekuatan relatif greenback terhadap beberapa pasangan utama.

EUR/USD menguji tekanan jual di sekitar 1,1700, AUD/USD menembus level tertinggi baru, dan GBP/USD datar di area 1,3430 karena dolar kembali gain. Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan dolar memberikan tekanan pada pasangan-pasangan utama, meskipun volatilitas tetap rendah pada beberapa instrumen.

Apa yang akan datang: data AS dan kejelasan pasar

Data ketenagakerjaan Australia akan dirilis pada awal hari Kamis, sementara produk domestik bruto AS (PDB), pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), dan klaim tunjangan pengangguran awal akan dirilis dalam sesi Amerika pada hari Kamis. Rilis ini sangat dinantikan karena dapat mengubah prospek kebijakan moneter dan aliran modal.

Keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ) dan keputusan kebijakan moneter bersamaan dengan penjualan ritel Inggris, Jerman, dan PMI HCOB Zona Euro serta PMI Inggris akan dirilis pada hari Jumat. Para pelaku pasar perlu memantau angka-angka ini untuk menilai kekuatan ekonomi global dan arah risiko.

Keputusan ini menambah ketatnya perburuan petunjuk arah pasar, dengan risiko geopolitik dan data ekonomi menjadi pendorong utama. Pelaku pasar diimbau menjaga manajemen risiko yang ketat, karena volatilitas bisa meningkat pada publikasi data utama serta pernyataan kebijakan selanjutnya.

broker terbaik indonesia