
Menurut analisis Brown Brothers Harriman (BBH) melalui Elias Haddad, dolar AS menunjukkan kekuatan relatif lebih tinggi karena kepercayaan terhadap pembukaan Selat Hormuz yang dinilai belum pasti. Kondisi geopolitik semacam ini sering mendorong investor mencari aset aman, sehingga USD mengungguli sebagian besar mata uang utama. Cetro Trading Insight menilai dinamika ini sebagai bagian dari respons pasar terhadap ketidakpastian regional.
Elias Haddad juga menyoroti bahwa CPI bulan April diperkirakan lebih panas akibat lonjakan harga bensin dan efek sewa rumah. Meskipun demikian, ukuran trimmed-mean CPI berada di sekitar target 2% dan menawarkan gambaran inflasi inti yang lebih terkontrol meskipun ada tekanan jangka pendek pada komponen tertentu.
Secara keseluruhan, pandangan BBH menunjukkan DXY berpeluang tetap terjaga dalam kisaran 96,00-100,00 sepanjang beberapa bulan ke depan. Narasi makro cenderung Goldilocks—pertumbuhan moderat, inflasi terkendali, dan pasar tenaga kerja cukup kuat—yang mengurangi risiko stagflasi. Pasar juga mengaplikasikan dinamika ini sebagai bagian dari strategi manajemen risiko global.
Ketika data CPI AS dirilis hari ini (1:30 pm London, 8:30 am New York), para analis menilai bahwa inflasi headline bisa naik sekitar 3,7% secara tahunan, sedangkan CPI inti diperkirakan mendekati 2,7% y/y. Lonjakan harga bensin dan satu komponen sewa rumah yang bermakna menjadi faktor utama di balik proyeksi ini, sehingga pasar menilai potensi respons kebijakan fiskal dan moneter yang hati-hati.
Para analis juga menekankan pentingnya dua ukuran inflasi inti sebagai petunjuk yang lebih bersih: CPI less food, shelter & energy dan Cleveland Fed 16% trimmed-mean CPI. Kedua ukuran tersebut saat ini melangkah mendekati target bank sentral, menunjukkan tekanan harga yang cenderung stabil meski ada pergerakan sementara.
Dalam skenario ini, DXY cenderung bergulir dalam kisaran yang relatif lebar, membuka peluang bagi strategi trading berbasis kisaran sambil menantikan data rilis CPI berikutnya serta komentar kebijakan dari bank sentral. Namun volatilitas tetap bisa meningkat jika data menunjukkan penyimpangan signifikan dari ekspektasi, sehingga manajemen risiko menjadi kunci bagi pelaku pasar.
Stabilisasi permintaan tenaga kerja dan ekspektasi inflasi jangka panjang yang terjaga menonjolkan narasi Goldilocks: pertumbuhan moderat, inflasi terkendali, dan pasar tenaga kerja yang relatif sehat. Kondisi seperti ini mengurangi risiko tekanan biaya produksi yang membebani ekonomi secara luas dan mendukung stabilitas finansial jangka menengah.
BBH menyoroti bahwa dolar tampak terikat pada kisaran 96-100, menunggu data CPI April untuk menjadi motor utama pergerakan pasar. Dengan fokus pasar yang terpusat pada angka inflasi, arah dolar bisa bergeser jika laporan tersebut menimbulkan reaksi terhadap ekspektasi kebijakan moneter selanjutnya.
Untuk pelaku pasar, rekomendasinya adalah tetap berhati-hati dan memanfaatkan pendekatan manajemen risiko yang disiplin. Karena laporan ini tidak memberikan sinyal beli atau jual yang tegas, tidak ada level open, TP, atau SL yang ditetapkan (0). Jika peluang muncul di data berikutnya, tetap evaluasi rasio risiko/imbalan minimal 1:1,5 untuk setiap posisi baru.