Data ekonomi AS yang membangun momentum positif menjadi sinyal utama bagi pergerakan dolar. TD Securities menilai bahwa penjualan ritel Februari dan perbaikan berkelanjutan pada ISM Manufacturing menandakan ekonomi domestik masih bergulir kuat. Dengan ekspektasi bahwa angka utama melampaui konsensus, dolar bisa menguat dalam beberapa hari ke depan.
Penjualan ritel utama diperkirakan naik sekitar 0.6 persen secara bulanan, sementara komponen kelompok kontrol diperkirakan positif sekitar 0.4 persen. ISM Manufacturing diproyeksikan mencapai 53.0, menunjukkan perluasan aktivitas pabrik secara luas dengan seluruh komponennya menunjukkan kekuatan.
Perkiraan ini turut menyoroti kontribusi sektor otomotif dan bensin terhadap rebound ritel, serta potensi tekanan inflasi yang tercermin dari komponen harga yang dibayar. Risiko geopolitik terkait konflik Iran menjadi faktor eksternal yang perlu diwaspadai pasar.
Selain data ekonomi, komentar terkait AI dan fokus pada konsumen oleh para eksekutif Barr dan Musalem menambah nuansa pada prospek dolar. Pasar juga menilai bagaimana kebijakan moneter dan harga dari berbagai komponen inflasi dapat mempengaruhi arah mata uang utama.
Melihat dinamika data menyiratkan bahwa dolar bisa menguat terhadap pasangan mata uang utama, khususnya EURUSD, seiring ekspektasi inflasi tetap tinggi dan kekuatan konsumsi terjaga. Trader disarankan memperhatikan level support dan resistance serta volatilitas pasar yang lebih tinggi akibat rilis data beruntun.
Untuk rencana trading, setup yang direkomendasikan adalah posisi jual pada pasangan EURUSD dengan open 1.0900, stop loss 1.0940 dan take profit 1.0840, memberikan rasio risiko-imbalan sekitar 1:1.5. Manajemen risiko tetap penting mengingat risiko geopolitik dan perubahan volatilitas pasar.