DXY Terkoreksi Pasca Ceasefire Iran; Peluang Trading Teknis di Level Kunci 99,60 dan 98,50

DXY Terkoreksi Pasca Ceasefire Iran; Peluang Trading Teknis di Level Kunci 99,60 dan 98,50

Signal /DXYSELL
Open99.340
TP98.500
SL99.600
trading sekarang

Rilis berita terakhir menunjukkan bahwa sentimen pasar berputar mendekati harapan deeskalasi. Perkiraan adanya permintaan gencatan senjata dari Iran telah memicu rotasi investasi dari aset safe-haven ke aset berisiko. Meski data ekonomi masih membaik secara tersendiri, para pelaku pasar fokus pada potensi kemajuan diplomatik yang dapat menurunkan volatilitas jangka pendek.

Langkah Trump menambah konteks tersebut dengan dikutipnya berita di media sosial, memicu respons pasar dengan penurunan dolar terhadap sebagian besar mata uang utama. Indikator DXY turun lebih dari 0,5% ke sekitar 99,30, mendekati area resistance intraday yang sebelumnya terjaga di 99,60. Struktur price action menunjukkan serangkaian penutupan rendah, menandakan tekanan jual meski ada momen stabilisasi singkat.

Investor menantikan pidato kenegaraan yang dijadwalkan malam ini, karena sinyal yang muncul bisa mengubah nada pasar secara signifikan. Data yang dirilis seperti ADP untuk bulan Maret, penjualan ritel Februari, dan ISM Manufacturing PMI semuanya mengejutkan dengan angka di atas ekspektasi. Namun, narasi deeskalasi tampaknya lebih kuat saat ini, membuat fokus beralih dari data ke kebijakan serta risiko geopolitik.

Data ADP menunjukkan peningkatan pekerjaan sekitar 62 ribu pada bulan Maret, melebihi perkiraan 40 ribu. Penjualan ritel Februari juga naik sebesar 0,6% MoM, melampaui ekspektasi 0,5%. Sementara itu, ISM Manufacturing PMI melanjutkan ekspansi menjadi 52,7, menunjukkan momentum ekonomi yang masih positif.

Indikator biaya input, yang diukur lewat Prices Paid, melonjak menjadi 78,3 dari 70,5, mengisyaratkan tekanan biaya yang meningkat meski dinamika lain tetap positif. Kondisi ini menambah ruang bagi komentar mengenai prospek jalur kebijakan bank sentral dalam waktu dekat. Secara keseluruhan, data mendukung kerangka pemulihan, meskipun narasi geopolitik sedang menggerus dominasi faktor fundamental.

Meski data lumayan kuat, peta volatilitas tetap tinggi karena adanya dinamika geopolitik menjelang NFP Jumat dan pidato Trump. Pasar berharap rilis NFP yang diperkirakan lebih lemah dibanding bulan sebelumnya dapat menggerakkan arah jangka pendek. Dalam kerangka teknikal, DXY bergerak di sekitar 99,34 dengan potensi pergerakan yang bisa menambah/ mengubah arah jika level kunci ditembus.

Analisis grafik 5-menit menunjukkan DXY diperdagangkan sekitar 99,34, menandakan bias jangka pendek cenderung bearish meskipun ada upaya stabilisasi. Harga belum menembus resistance terdekat di sekitar 99,60, sehingga momentum upside masih terbatas. Sinyal teknikal, seperti Stochastic RSI, menunjukkan pelambatan momentum tanpa konfirmasi pembalikan tren yang kuat.

Rintangan utama berada di 99,45-99,60; penembusan di atas zona ini dapat membuka jalan menuju 99,75 dan potensi pembalikan jangka pendek. Namun hingga saat ini, tekanan jual mendominasi dan risiko berbalik arah masih ada. Pada kerangka harian, bias tetap mildly bullish karena harga berada di atas moving average penting, tetapi potensi koreksi masih ada jika tekanan ke atas gagal bertahan.

Di sisi bawah, area 99,30 menjadi dukungan dekat, dengan level berikutnya di 99,20 dan 98,50 sebagai target jika tekanan jual berlanjut. Break di bawah 99,30 dapat mempercepat penurunan, sementara pelaku pasar akan memperhatikan bagaimana harga berinteraksi dengan batas 98,50. Secara keseluruhan, pola teknikal tetap mendukung skenario jual jangka pendek dengan risiko-imbalan yang memadai jika level di 98,50 tercapai.

broker terbaik indonesia